Tak Singgung Celah Timor, YPTB Sesalkan Sikap SBY
Rabu, 06 Apr 2005 00:09 WIB
Kupang - Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) menyayangkan sikap Presiden SBY yang tidak mengangkat masalah kepemilikan Celah Timor selama kunjungannya di Australia. Padahal, SBY seharusnya berani mengangkat masalah tersebut untuk dibicarakan secara trilateral antara Timor Leste, Indonesia dan Australia. "Seharusnya SBY berani mempersoalkan masalah celah timor karena secara de jure, sebagian besar kandungan minyak disana berada di perairan Indonesia."Demikian ujar Direktur YPTB, Ferdi Tanoni kepada detikcom di Kupang, Selasa (5/4) malam."Yang patut disayangkan juga adalah mengapa nelayan Indonesia sudah berulang kali ditangkap laut Timor, disiksa dan perahu mereka di hancurkan, tetapi SBY tidak mempersoalkan masalah ini," kata Tanoni. Menurutnya, Indonesia harus mendesak agar adanya ratifikasi kembali seluruh perjanjian menyangkut kepemilikan Celah Timor dan mengatur kembali median line sehingga Indonesia mendapat bagian dalam eksplorasi kandungan minyak yang ada disana. Tanoni menambahkan, ketiga negara perlu memberlakukan Konvensi Hukum Laut Internasional 1982 (UNCLOS 1982) yang isinya mengatur tentang batas maritim. Dengan demikian, lanjut dia, hak masyarakat Indonesia untuk mendapat bagian di Celah Timor terpenuhi. "Jangan hanya Ambalat yang dipersoalkan. Laut Timor juga harus diperjuangkan karena Indonesia juga memiliki hak untuk mendapat seagian kekayaan minyak dan gas diwilayah itu," tukasnya. Selain itu, Tanoni menambahkan, Pulau Pasir harus diperjuangkan meski secara de jure Australia telah mengklaim gugusan Pulau Pasir sebagai miliknya. "Karena pulau itu secara de facto milik Indonesia karena ada kuburan nenek moyang orang Indonesia," tandasnya.
(ton/)











































