Menurut Aditiyawarman, sebagai lembaga swadaya masyarakat, ICW pernah membuat perkumpulan yang disebut Forum Banten Bersih. Diskusi dan seminar yang dilakukan selalu berisi menolak dinasti dan menyinggung salah satu pasangan calon di pilkada Banten. Padahal, menurutnya, sebagai lembaga antikorupsi dan sebagai pemantau independen pilkada Banten, ICW mestinya membedakan perilaku korupsi yang dilakukan oleh Atut Chosiyah dengan anaknya, Andika Hazrumy, yang sekarang mencalonkan diri sebagai cawagub.
"Teman-teman ICW harus bisa memisahkan mana permasalahan orang tua dan anak. Apalagi Andika sudah dewasa. Mereka selalu berkoar menolak dinasti, sedangkan calon gubernurnya kan bukan Andika," ujar Aditiyawarman saat berbincang dengan detikcom, Rabu (23/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka jelas arahnya ke mana, termasuk saat paslon nomor urut 2 mendatangi ICW. Buat saya, itu sebuah kecondongan," Aditiyawarman menambahkan.
Aditiyawarman, yang mengaku sebagai salah satu relawan Forum Banten Bersatu, meminta kepada Bawaslu Banten agar membatalkan akreditasi ICW dan Ayo Banten sebagai lembaga independen pemilu. Pembatalan ini, menurutnya, karena ICW dan Ayo Banten sudah melanggar kode etik atas Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2015. (bri/hri)











































