Jamuan makan malam yang digelar Pemerintah Kota Banda Aceh ini berlangsung di halaman balai kota, Rabu (23/11/2016) malam. Sebuah tenda besar didirikan. Sejumlah menu makanan khas Aceh disediakan.
Disuguhkan juga mie Aceh, kopi dan martabak telor khas Tanah Rencong. Rombongan peserta yang hadir mencoba menikmati kopi atau makanan yang disediakan di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan lupa pula untuk singgah di salah satu warung kopi dan menikmati kopi Aceh," kata Hasanuddin dalam sambutannya.
Foto: Agus Setyadi-detikcomJamuan makan malam wali kota dan bupati se-Indonesia di Banda Aceh, Rabu (23/11/2016) |
Dia juga berharap wali kota dan bupati atau wakil bupati yang datang ke Aceh agar menyempatkan waktu untuk meng-eksplor kota tua. Ada banyak tempat yang dapat dikunjungi.
Di antaranya situs peninggalan bencana tsunami seperti Museum Tsunami, Kapal PLTD Apung, dan kapal di atas rumah.
Ada pula Museum Aceh, gedung Juang, Masjid Raya Baiturrahman yang saat ini dalam proses renovasi, Kherkoff serta Taman Putro Phang.
"Kami berharap, selain dapat mengikuti rangkaian kegiatan Rakernas dan CSS (City Sanitation Summit), bapak dan ibu sekalian dapat pula meluangkan waktu menikmati keindahan dan keunikan Kota Banda Aceh," tutur Hasanuddin.
Para wali kota dan bupati atau wakil bupati berkumpul di Banda Aceh untuk mengikuti kegiatan City Sanitation Summit (CSS) ke-XVI. Rangkaian acara berlangsung selama beberapa hari ke depan. Pembukaan kegiatan digelar pada Kamis (24/11) di Gedung AAC Dayan Dawood Darussalam, Banda Aceh.
Ada 46 wali kota dan bupati dan wakil bupati yang dipastikan hadir besok. Kegiatan ini rencananya dibuka oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani.
(fdn/fdn)












































Foto: Agus Setyadi-detikcom