Yeti: Saya Berada Pada Tempat dan Waktu yang Salah
Selasa, 05 Apr 2005 18:28 WIB
Jakarta - Tersangka kasus pembunuhan terhadap aktivis HAM Munir, Yeti Susmiarti merasa berada pada tempat dan waktu yang salah. Pramugari yang bertugas menyediakan makanan dan minuman di dalam pesawat ini tak pernah menduga, pekerjaan yang dilakukan berimbas sejauh ini.Pernyataan ini disampaikan Yeti Susmiarti usai pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus terbunuhnya aktivis HAM Munir di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (5/4/2005).Yeti mulai diperiksa oleh penyidik Mabes Polri sejak pukul 10.30 Wib. Ia datang ke Mabes dengan menggunakan pakaian warna kuning motif bunga, dengan bawahan hitam. Selama sekitar 7 jam, ia diperiksa intensif."Saya berada di tempat dan waktu yang salah. Saya sangat kaget sudah sampai sejauh ini," ungkap Yeti saat dicegat wartawan usai pemeriksaan pukul 17.30 Wib.. Menurutnya, pada saat penerbangan Jakarta-Singapura, dirinya hanya menjalankan tugas seperti biasa. Layaknya pramugari lain menyediakan makanan dan minuman bagi penumpang. "Saya tidak tahu, saya hanya menjalankan tugas saya seorang pramugari," kata pramugari senior ini. Yeti juga menyatakan bahwa dalam pemeriksaan dirinya mednapat 68 pertanyaan. Sementara kuasa hukum Yeti, Wirawan Adnan mengatakan bahwa Yeti lahir sekitar tahun 1962-1964, sudah bekerja kurang lebih 15-19 tahun di Garuda. Ia merupakan pramugari senior, yang biasa ditugaskan di kelas binis. Usai dicegat wartawan, Yeti dijemput dengan mobil Garuda, yakni Kijang kapsul dengan tulisan Garuda Indonesia bercat putih biru dengan plat nomor B 2061 IA.
(jon/)











































