"Ya saya lihat dulu, Bamus Betawi kan berbasis program. Programnya harus bisa dirasakan warga," kata Sandiaga usai menyapa warga di Jalan Warung Asri, RT 13 RW 04 Kelurahan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (23/11/2016).
Sandiaga berjanji akan melanjutkan dana hibah yang sempat diputus oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Namun Sandiaga berharap Bamus Betawi tidak menyalahgunakan gerakannya ke kegiatan yang tidak pro terhadap masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai program yang sebelumnya telah dijalankan Bamus Betawi dinilai Sandiaga telah berjalan dengan baik. Jika terpilih dan melanjutkan dana hibah tersebut, maka dia akan memberi program kewirausahaan untuk Bamus Betawi.
"Nanti akan dibuat kegiatan yang juga menghasilkan, nantinya akan ada kegiatan yang menggeliatkan perekonomian," katanya lagi.
Di antara yang menjadi contoh dari program kewirausahaan tersebut adalah kerjasama dengan pemerintah. "Dari pemerintah bisa ada keberpihakan, misalnya, setiap kawinan pemerintah kasih insentif katering kalau dia menyediakan kuliner Betawi," jelasnya.
"Kalau dari festival akan ada letupan-letupan kecil, seperti kemarin Festival Cipayung, ada kerak telor dan lainnya, itu bisa jadi trigger," jelasnya lagi.
Dengan demikian, kebudayaan Betawi nantinya bisa dirasakan dengan menghadirkan profit. "Jadi bisa dirasakan kebudayaan Betawi yang bukan hanya sustainable tapi juga profitable," katanya.
Salah satu pendiri dari Bamus Betawi adalah mertua dari Sandiaga. Tujuan didirikannya organisasi tersebut adalah untuk merangkul masyarakat Betawi.
"Mertua saya salah satu pendiri Bamus, itu digunakan untuk merangkul masyarakat Betawi," imbuhnya. (dnu/dnu)










































