Program 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta' Siap Bertarung di Kancah Nasional

Program 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta' Siap Bertarung di Kancah Nasional

Kartika S Tarigan - detikNews
Rabu, 23 Nov 2016 17:37 WIB
Program Lahir Procot Pulang Bawa Akta Siap Bertarung di Kancah Nasional
Foto: Program 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta' (Kartika Sari Tarigan/detikcom)
Banyuwangi - Program 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta' yang digagas pemkab Banyuwangi, Jawa Timur terus menyedot perhatian. Lewat program itu, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang membantu persalinan seorang ibu dengan wajib memastikan akta kelahiran bayi, selesai dalam waktu singkat.

Program itu diadopsi oleh RSUD Blambangan, Banyuwangi dengan perubahan di beberapa penerapannya. Setelah diubah, 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta' itu siap bersaing dalam lomba Quality Control Circle (QCC) di Bandung.

"Meski inovasi ini sudah digagas sejak 2013, namun masih banyak kekurangan di sana-sini. Salah satunya pengurusan akta yang digadang-gadang lebih cepat, ternyata dalam pengurusannya masih berkisar 6-10 hari. Sekarang di tempat kami sudah bisa selesai 1-2 hari," kata Kepala RSUD Blambangan, Taufik Hidayat dalam acara gladi bersih lomba QCC di Banyuwangi, Rabu (23/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

QCC atau yang lebih dikenal sebagai Kelompok Budaya Kerja (KBK) merupakan satu upaya untuk mendorong seluruh instansi di Indonesia memiliki budaya kerja yang baik. Kompetisi QCC tingkat nasional ini diselenggarakan selama 3 hari, mulai 29, 30 November hingga 1 Desember mendatang.

"Kami sengaja menggelar gladi bersih ini 5 hari sebelum hari H. Kami anggap ini seolah-olah penilaian aslinya. Jadi masukan dari berbagai pihak akan kami perhatikan demi kualitas penampilan kami saat berkompetisi di Bandung nanti," ujar Taufik.
 Program 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta' Siap Bertarung di Kancah NasionalFoto: Program 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta' (Kartika Sari Tarigan/detikcom)

Gladi bersih ini dibuka dengan adegan seorang ibu yang akan segera melahirkan. Tim medis kemudian menghampirinya dan membawa ibu tersebut ke dalam ruang bersalin.

Usai melahirkan beberapa hari, ibu itu kemudian membawa pulang bayinya dan akta kelahiran yang berisi data kelahiran bayi tersebut. Presentasi itu dibungkus apik dalam bentuk drama dan tarian Gandrung khas Banyuwangi.

"Dalam mempresentasikan inovasi ini, kami tak sekadar memaparkan apa itu 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta', tapi juga mempromosikan pariwisata Banyuwangi lewat seni dan budayanya," jelas Taufik.
 Program 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta' Siap Bertarung di Kancah NasionalFoto: Program 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta' (Kartika Sari Tarigan/detikcom)

Kemudian, para penari gandrung yang merupakan PNS RSUD Blambangan itu, satu persatu mempresentasikan apa itu inovasi 'Lahir Procot Pulang Bawa Akta'. Dengan apik dan suara yang lantang ditambah sedikit koreografi, secara bergantian mereka menerangkan langkah-langkah pengurusan akta kelahiran ala RSUD Blambangan. Program ini sudah diterapkan hampir di semua puskesmas dan rumah sakit yang membantu persalinan.

Penampilan mereka mendapatkan pujian dari seorang budayawan yang hadir yakni Hasnan Singodimayan.

"Penampilannya luar biasa, baik dari segi casting, blocking hingga acting-nya sudah bagus. Supaya lebih bagus saya sarankan ditambahkan instrumen khas Banyuwangi untuk mengisi jeda yang mungkin timbul," kata Hasnan.

Inovasi atas program ini membawa Kabupaten Banyuwangi sebagai juara I Lomba Inovasi Pelayanan Publik di Jatim. Jika dalam kompetisi tingkat nasional di Bandung nanti menang, maka Banyuwangi akan melaju mewakili Indonesia di Manila, Filipina.

"Bagi kami menang atau kalah itu biasa. Yang penting adalah pelayanan publik di Banyuwangi bisa berjalan dengan baik seperti apa yang telah kita canangkan," tutur Taufik.

(kst/nwy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads