Di depan wartawan, dia membuka aplikasi electronic banking (e-banking) dan mengecek saldo tabungan. Di situ, tertulis saldo tabungan sebesar Rp 2,9 juta.
"Menggunakan (mobile banking) baru, belum lama. Kurang lebih dua bulanan," kata Irfan kepada wartawan di Panti Sosial Bina Insan Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (23/11/2016).
Dia mengaku tidak menggunakan mobile banking untuk transaksi pembelian barang-barang 'wah'-nya. Dia membuat mobile banking untuk kemudahan transfer uang ke ibunya di Sukabumi.
"Kalau transfer ke kampung, enak. Ada teman di kampung yang nyuruh. Katanya biar enak," ujar Irfan.
Dia mengaku belajar mengoperasikan mobile banking secara otodidak. "Enggak ada yang ngajarin. Yang penting niat," kata Irfan.
Foto: M Irfan di PBSI Kedoya/Foto: Arief Ikhsanudin |
Irfan biasa mengirim uang Rp 200.000 rupiah tiap bulan ke ibunya. Dalam seminggu, dia mampu menghasilkan Rp 600.000 rupiah. Di Sukabumi, dia sudah memiliki lima kambing sebagai hewan ternak. (fjp/fjp)












































Foto: M Irfan di PBSI Kedoya/Foto: Arief Ikhsanudin