KPK Tahan Wali Kota Madiun Terkait Kasus Korupsi Pasar Besar

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 23 Nov 2016 14:57 WIB
Wali Kota Madiun ditahan KPK (Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK secara resmi menahan Wali Kota Madiun Bambang Irianto. Bambang akan ditahan selama 20 hari ke depan guna kepentingan penyidikan.

"Tersangka BI ditahan untuk 20 hari pertama untuk kepentingan penyidikan," kata Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha saat dikonfirmasi, Rabu (23/11/2016).

Bambang keluar dari Gedung KPK setelah diperiksa penyidik KPK sekitar pukul 14.21 WIB. Priharsa mengatakan Bambang ditahan di Rutan KPK, Kuningan.

Bambang terlihat mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK. Ia tidak berkomentar apa pun terkait penahanan maupun pemeriksaan yang sudah dijalaninya.

Menanggapi penahanan terhadap kliennya, kuasa hukum Bambang, Dodi S Abdulkadir mengatakan belum memutuskan akan mengajukan penangguhan penahanan. "Belum tahu. Kita tunggu perkembangan selanjutnya dari KPK," katanya di lokasi yang sama.

Hari ini Bambang menjalani pemeriksaan kedua setelah ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (17/10) lalu. Ia diduga melakukan tindak pidana korupsi dan menerima gratifikasi.

Seperti diketahui, tahun lalu Wali Kota Madiun Bambang Irianto sempat dipanggil ke kantor KPK Jakarta, tentang dugaan penyimpangan proyek pasar besar Kota Madiun yang menelan dana APBD senilai 76 miliar rupiah lebih pada tahun 2010-2013.

Kasus itu sebenarnya pernah diselidiki Kejaksaan Negeri Madiun. Kemudian di tahun 2012 perkara itu diambil alih Kejaksaan Tinggi Jawa Timur yang kemudian dihentikan pengusutannya karena dianggap tidak ditemukan adanya kerugian keuangan negara.

Namun kemudian kasus itu sekarang ditangani KPK dan kini penyelidikannya telah dinaikkan statusnya ke tingkat penyidikan. Bambang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i atau Pasal 12 B atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (jbr/dhn)