"Ya jadi ini sengaja menitiktekankan agama pada substansi dan esensi pada ajaran Islam itu sendiri. Sehingga perlu dikedepankan, bagaimana Islam itu sendiri yang hakikatnya hadir untuk mewujudkan kedamaian, menebar kasih sayang, menebarkan kemaslahatan, rahmat bagi seluruh alam semesta, itu yang menjadi esensi," kata Lukman usai membuka Education Sector Analytical and Capacity Development Partnership di Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (23/11/2016).
"Agama Islam dalam hal ini bukan untuk dijadikan alat menjadikan negasi yang kita beragama. Saya ingin menyegarkan ingatkan kita agama semestinya kita sikapi untuk mengintegrasikan (menyatukan-red) bukan menegasikan (memecah-red) kita," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Lukman mengatakan dengan kajian tersebut diharapkan esensi dari ajaran agama Islam bisa tersampaikan secara menyeluruh. Dia berharap agar hasil kajian tersebut dapat diimplementasikan dalam pengajaran pendidikan agama Islam.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang hadir diwakili Kepala Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Toto Suprayitno berharap studi tersebut memberikan dampak positif bagi pendidikan di Indonesia. Menurut Toto, pendidikan agama diperlukan untuk membentuk karakter moral.
"Studi ini akan menghasilkan contoh best practices agama Islam yang Rahmatan Lil 'Alamiin. Kami memang untuk urusan agama berkiblat ke Kementerian Agama, oleh karena itu kami sangat mengapresiasi. Kami sangat menunggu-menunggu best practices dan pilot studies untuk dipraktikkan di sekolah umum,"
"Saya harap pendidikan memberikan andil yang membentuk karakter moral pribadi, empati, welas asih, sopan satun, menghargai orang lain. Tidak hanya ilmu tapi juga praktik," imbuhnya.
Kerja sama pengembangan Kapasitas dan Analisis Sektor Pendidikan (Education Sector Analytical and Capacity Development Partnership/ACDP). Kajian tersebut dilakukan Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan bekerja sama dengan Pemerintah Australia melalui Australian Aid, Uni Eropa (UE), dan Asian Development ADB. (dhn/dhn)










































