Sekolah Sei Pantai, Ketika Murid SD Diajari Pelestarian Ekosistem Laut

Sekolah Sei Pantai, Ketika Murid SD Diajari Pelestarian Ekosistem Laut

Radian Nyi Sukmasari - detikNews
Rabu, 23 Nov 2016 14:22 WIB
Foto: Sekolah Sei Pantai di Manado (Foto: Radian Nyi Sukmasari/detikcom)
Manado - Mempelajari lingkungan bisa dilakukan dengan cara menyenangkan, salah satunya dengan membuat Sekolah Sei Pantai.

Sei sendiri dalam bahasa Manado adalah tepi. Sehingga, sekolah sei pantai bisa diartikan sebagai sekolah tepi laut. Sella, ketua umum LSM Manengkel Solidaritas yang memberi pendampingan program di Bahowo, Tongkaina, Manado, Sulawesi Utara, mengatakan pendidikan lingkungan ini ditujukan untuk murid-murid kelas 4 sampai 6 SD.

"Kegiatan ini sifatnya cenderung seperti ekstrakurikuler karena lebih banyak praktik di dalamnya. Penyampaian materi juga dilakukan melalui pertunjukan panggung boneka dan berbagai permainan," kata Sella di sela-sela 'Jelajah Gizi Bersama Sari Husada' di Manado, Sulawesi Utara baru-baru ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Sella, ada 3 jenjang pendidikan di sekolah tersebut. Jenjang pertama yakni messenger di mana anak-anak diajari materi hingga ia memiliki pemahaman tentang lingkungan. Mulai dari materi soal ekosistem, pengolahan sampah, jurnalistik, sampai mitigasi bencana. Setelah itu ada jenjang transformer. Dalam jenjang ini, diharapkan rasa cinta anak terhadap lingkungan sudah tumbuh dan pemikiran mereka sudah berubah.

Saat anak memasuki jenjang transformer, apa yang mereka dapat di sekolah diharapkan bisa diteruskan di rumah. Contohnya mereka bisa menyampaikan ke orang tua untuk tidak melakukan penangkapan ikan dengan pengeboman. Nah, di jenjang paling tinggi, anak-anak menjadi agent of change. Diharapkan di akhir jenjang, mereka bisa melakukan kampanye anti pengrusakan lingkungan.

"Dan lebih baik lagi jika suara mereka bisa diperhitungkan di DPRD. Outputnya memang anak-anak ini nantinya bisa jadi agent of change," kata Sella.

Baca juga: Ini Durasi Belajar di Rumah yang Ideal bagi Anak Usia Sekolah Dasar

Sekolah sei pantai ini dilaksanakan di ruang kelas pada umumnya di 5 sekolah. Waktu belajar mereka tiap hari Sabtu dan selama 1 jam. Dalam memberi materi, salah satu mentor sekolah sei pantai, Elisa Lembong (21) mengatakan para guru mencoba menjadi teman murid-murid. Menurut Elisa hal itu memang sulit. Sehingga, awalnya guru harus menyesuaikan misalnya sang murid berbicara dengan bahasa agak kasar, maka biarkan dulu, diperhatikan, kemudian baru dilakukan pendekatan pelan-pelan pada si anak.

Sekolah Sei Pantai, Ketika Murid SD Diajari Pelestarian Ekosistem LautFoto: Sekolah Sei Pantai di Manado (Foto: Radian Nyi Sukmasari/detikcom)


"Dengan menjadi teman dekat mereka, kita jadi lebih mudah mengajari mereka. Kalau kita memposisikan sebagai guru mereka, takutnya mereka sungkan sama kita. Jadi kita jalin kedekatan dengan anak. Dengan begitu, mereka juga percaya sama kita," tambah Elisa.

Rencana ke depannya, akan ada seragam seperti pelaut. Tapi saat ini sudah ada pin yang menunjukkan kelebihan tiap anak apakah di bidang mangrove, karang, atau lamun misalnya.

Baca juga: Wow! Selancar Jadi 'Terapi' Bagi Anak dengan Gangguan Belajar

Salah satu murid, Sevanya (9) mengaku senang bisa mengikuti sekolah sei pantai. Menurut bocah berambut panjang ini, ia bisa mengenal lebih banyak teman. Kemudian, Sevanya jadi lebih paham dengan ekosistem laut.

"Dulu saya pikir lamun sama dengan rumput laut. Tapi ternyata beda. Rumput laut cuma terdiri dari batang sedangkan lamun itu tanaman sejati, dia punya akar, batang, dan buah," kata Sevanya. (rdn/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads