Irfan diciduk petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat saat sedang mengemis di JPO Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakpus pada Selasa (22/11) kemarin. Tak hanya membawa dua gadget, saat diamankan Irfan juga tengah mengantongi uang kurang lebih Rp 1 juta.
Foto: M Irfan di PBSI Kedoya/Foto: Arief Ikhsanudin |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Irfan memang memiliki tubuh yang tidak sempurna. Dia tidak memiliki jari, baik di kedua tangan maupun kaki.
Foto: M Irfan di PBSI Kedoya/Foto: Arief Ikhsanudin |
Meski memiliki fisik yang tidak sempurna, Irfan terampil menggunakan gadget. Dia menggerakan tangan di layar sentuh dengan luwes.
"Ini untuk keperluan komunikasi saja," kata Irfan.
Irfan mendapatkan dua gadget tersebut dengan cara mencicil dari seorang temannya. Tak hanya komunikasi, Irfan juga memaksimalkan perangkat elektroniknya itu untuk keperluan lain.
Irfan yang kini berada di PBSI mengaku sudah kapok untuk mengemis. Dia mengaku ingin pulang ke Sukabumi untuk mengurusi usaha ternak di sana.
"Saya malu, kapok lah, enggak mau-mau lagi dijalanan," kata Irfan. (fjp/fjp)












































Foto: M Irfan di PBSI Kedoya/Foto: Arief Ikhsanudin
Foto: M Irfan di PBSI Kedoya/Foto: Arief Ikhsanudin