Mengenal Irfan, Pengemis Ber-iPhone 5s yang Diciduk di Sarinah

Mengenal Irfan, Pengemis Ber-iPhone 5s yang Diciduk di Sarinah

Arief Ikhsanudin - detikNews
Rabu, 23 Nov 2016 12:27 WIB
Mengenal Irfan, Pengemis Ber-iPhone 5s yang Diciduk di Sarinah
Foto: M Irfan di PBSI Kedoya/Foto: Arief Ikhsanudin
Jakarta - Muhammad Irfan (28), pengemis yang memiliki iPhone 5s dan Smartphone Samsung Galaxy Note 3 diciduk oleh petugas Dinsos di kawasan Sarinah. Irfan pun bicara soal penghasilannya.

Irfan diciduk petugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat saat sedang mengemis di JPO Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakpus pada Selasa (22/11) kemarin. Tak hanya membawa dua gadget, saat diamankan Irfan juga tengah mengantongi uang kurang lebih Rp 1 juta.

Mengenal Irfan, Pengemis Ber-iPhone 5s yang Diciduk di SarinahFoto: M Irfan di PBSI Kedoya/Foto: Arief Ikhsanudin
Dari Sarinah, Irfan dibawa ke Panti Sosial Bina Insan (PSBI) Kedoya, Jakarta Barat. Sejumlah wartawan bersempatan bertemu dengan Irfan. Ditemani Masyudi, Kepala PSBI Kedoya detikcom, bertemu mendatangi Irfan di ruang aula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di ruangan tersebut, Irfan tampak duduk lesu di depan pintu sambil menundukkan kepala. Mengenakan baju warna oranye yang disediakan PBSI Kedoya, Irfan tampak bersih dibandingkan saat diciduk di Sarinah.

Irfan memang memiliki tubuh yang tidak sempurna. Dia tidak memiliki jari, baik di kedua tangan maupun kaki.

Mengenal Irfan, Pengemis Ber-iPhone 5s yang Diciduk di SarinahFoto: M Irfan di PBSI Kedoya/Foto: Arief Ikhsanudin
"Saya asli Sukabumi. Saya mengemis karena ingin membantu ibu saya yang tinggal sendiri. Saya mengemis sejak tahun 2013," kata Irfan.

Meski memiliki fisik yang tidak sempurna, Irfan terampil menggunakan gadget. Dia menggerakan tangan di layar sentuh dengan luwes.

"Ini untuk keperluan komunikasi saja," kata Irfan.

Irfan mendapatkan dua gadget tersebut dengan cara mencicil dari seorang temannya. Tak hanya komunikasi, Irfan juga memaksimalkan perangkat elektroniknya itu untuk keperluan lain.

Irfan yang kini berada di PBSI mengaku sudah kapok untuk mengemis. Dia mengaku ingin pulang ke Sukabumi untuk mengurusi usaha ternak di sana.

"Saya malu, kapok lah, enggak mau-mau lagi dijalanan," kata Irfan. (fjp/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads