Ratusan Mahasiswa Mesir Tuntut Presiden Mubarak Mundur
Selasa, 05 Apr 2005 16:30 WIB
Jakarta - Sekitar 300 mahasiswa meramaikan aksi protes di pusat kota Kairo, Mesir. Mereka menyerukan Presiden Mesir Hosni Mubarak untuk mundur.Massa juga meneriakkan adanya reformasi demokrasi yang lebih luas di negara Arab terbesar di dunia itu. Demikian seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Selasa (5/4/2005).Unjuk rasa tersebut digelar di halaman kampus American University di Kairo. Ini merupakan aksi demo terbaru dari serangkaian unjuk rasa yang dimaksudkan untuk meningkatkan kebebasan politik di Mesir. Mubarak telah memimpin negeri itu sejak tahun 1981 silam.Beberapa truk bermuatan polisi mengepung sekitar universitas tersebut selama aksi protes berlangsung. Demonstrasi ini terjadi menjelang pemilihan presiden yang dijadwalkan digelar pada September mendatang. Mubarak akan kembali mencalonkan dirinya dalam pemilihan itu."Salah satu tuntutan utama kami adalah segera diakhirinya undang-undang darurat, pembatasan tentang berapa periode seorang presiden bisa memimpin dan pemilu yang bebas dan diawasi oleh personel PBB," tukas Ahmed el-Droubi, salah seorang pengorganisir demo.Masa-masa yang relatif tenang sempat dinikmati rakyat Mesir menyusul seruan mengejutkan dari Mubarak pada 26 Februari lalu. Saat itu, Mubarak mendesak parlemen yang didominasi Partai Demokrasi Nasional pimpinannya, untuk mengubah konstitusi negara guna memungkinkan digelarnya pemilihan presiden secara terbuka.Namun kemudian aparat keamanan melancarkan operasi penangkapan anggota-anggota gerakan anti-pemerintah dan melarang demo warga. Langkah aparat itu diyakini sebagai wujud kemarahan akan kritikan dan kecaman yang dilontarkan kelompok-kelompok tersebut terhadap Mubarak dan keluarganya.
(ita/)











































