"Tadi soal Pilkada banyak (dibahas). Tidak dipisahkan dari pemerintahan, dari negara. Tahun lalu 200 lebih. Beraneka. Memang paling banyak (koalisi) dengan PDI Perjuangan," kata Zulkifli usai pertemuan di kediaman Megawati, jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016).
"Pilkada itu dinamis. Bahwa ada yang menghangat, adem-adem itu biasa," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Mega Sentil PKB, PAN dan PPP yang Beda Calon di Pilgub DKI
Selain soal Pilkada, pertemuan Zulkifli dan Megawati juga membahas tentang masalah ekonomi. Mereka menyinggung soal keberjalanan tax amnesty.
"Kita dialog untuk kebaikan dan persatuan kita bersama. Kita berdiskusi untuk menjaga persatuan, kerukunan. Kita dalam momentum yang bagus di tengah gejolak ekonomi dunia yang belum pulih. Dan tax amensty yang kemarin berhasil. Insya Allah ekonomi tahun depan akan lebih baik lagi," ungkap Zulkifli.
Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menambahkan bahwa di Pilkada serentak 2017, PAN dan PDIP berkoalisi di 37 daerah. Dia mengatakan bahwa kerjasama partai politik bisa dilakukan di berbagai lapisan.
"Kerjasama sebagai partai politik pengusung pemerintahan untuk dijabarkan bukan hanya di tingkat pemerintah tapi juga di DPR dan MPR. Kesejarahan bersama kita. Ibu Mega menyampaikan, menitipkan aspirasi kepada Zulkifli Hasan agar menjaga seluruh tata kelola negara yang telah berjalan baik," jelas Hasto.
(imk/erd)










































