PM Belanda Tinjau Polder Banger yang Gunakan Sistem Mirip Negaranya

PM Belanda Tinjau Polder Banger yang Gunakan Sistem Mirip Negaranya

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 22 Nov 2016 15:42 WIB
PM Belanda Tinjau Polder Banger yang Gunakan Sistem Mirip Negaranya
Foto: Angling Aditya Purbaya/detikcom
Semarang - Perdana Menteri (PM) Belanda, Mark Rutte, meninjau Polder Banger yang merupakan kerja sama Kota Semarang dan kerajaan Belanda untuk mengatasi banjir dan rob. Penandatanganan Letter of Intent (LOI) kerja sama antar dua negara dilakukan untuk perkembangan proyek tersebut.

Mark dan rombongan tiba di rumah pompa Banger kemudian mengikuti acara resmi penandatanganan perjanjian yang dilakukan oleh Dutch Water Authority, Hans Ooster, dan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Turut menyaksikan yaitu Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Kerajaan Belanda, Melanie Schultz van Haegen dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, M Basuki Hadimuljono.

PM Belanda Tinjau Polder Banger yang Gunakan Sistem Mirip NegaranyaFoto: Angling Aditya Purbaya/detikcom


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu, warga di sini kakinya selalu basah, kemudian ketemu teman-teman dari Belanda yang mau membantu dengan tujuan 'kaki kering'," kata Hendrar dalam sambutannya di Polder Banger, Selasa (22/11/2016).

Polder Banger merupakan implementasi kerja sama government to government antara Pemerintah Indonesia yaitu Pemerintahan Semarang dengan Pemerintahan Kerajaan Belanda.

PM Belanda Tinjau Polder Banger yang Gunakan Sistem Mirip NegaranyaFoto: Angling Aditya Purbaya/detikcom


Polder yang berada di Kemijen, Semarang Timur itu menjadi Polder Percontohan. Cakupannya yaitu seluas 543 hektare di 10 Kelurahan di Kecamatan Semarang Timur. Sistem Polder Banger menggunakan sistem penanggulangan banjir dan rob seperti di Belanda.

PM Mark Rutte mengatakan dirinya seperti kembali ke rumah karena sistem polder Banger sama dengan yang diterapkan di Belanda. Polder tersebut diharapkan bisa juga sebagai percontohan bagi banyak pihak.

"Kami saling belajar dari Indonesia. Mengenai bagaimana menangani banjir," ujar PM Mark Rutte.

Sementara itu Dutch Water Authority, Hans Ooster, mengatakan pihaknya bangga bisa ikut bekerja sama mengatasi banjir di Semarang. Menurutnya usaha kerja sama tersebut berkat Wali Kota Semarang yang memanfaatkan kewenangannya dengan baik.

"Pembangunan fisik ini sangat penting. Tapi tidak kalah penting, bagaimana nantinya manajemen selanjutnya," ujar Hans.

PM Belanda Tinjau Polder Banger yang Gunakan Sistem Mirip NegaranyaFoto: Angling Aditya Purbaya/detikcom


"Saya senang bisa mengimplementasikan sistem polder Belanda di Indonesia dengan pengalaman kami 350 tahun," imbuhnya.

Menurut Hans, hari ini merupakan tonggak sejarah dengan penandatanganan yang disaksikan PM Belanda. Namun ia menegaskan agar warga Semarang harus ingat dan waspada dengan kondisi permukaan tanah yang terus turun sehingga harus ikut bekerja sama.

"Kami buka rumah pompa ini tapi ingatlah permukaan tanah ini turun, harus waspada. Saya senang sebagai tonggak sejarah menandatangani letter of intent," tandasnya.

PM Belanda Tinjau Polder Banger yang Gunakan Sistem Mirip NegaranyaFoto: Angling Aditya Purbaya/detikcom


Hal senada diungkapkan Menteri Infrastruktur dan Lingkungan Kerajaan Belanda, Melanie Schultz van Haegen. Menurutnya kerja sama yang sudah terjalin sejak tahun 2001 antara Belanda dan Pemkot Semarang bisa mengatasi banjir. Ia menegaskan badan pengelolaan polder seperti yang ada di Belanda penting untuk Semarang.

"Karena itu saya senang sekali kerja sama sejak 2001 ini untuk mendirikan polder ini. Memang kalau bisa saling bantu, pasti kami bantu," kata Melanie.

Rombongan PM Belanda kemudian meninjau mesin-mesin pompa dan menekan sirene sebagai tanda pompa aktif dan mulai bekerja. Berikutnya ia melanjutkan tinjauan ke Kota Lama Semarang. (alg/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads