Tsunami Dorong Eksodus, Travel Liar di Kota Padang Panen
Selasa, 05 Apr 2005 14:26 WIB
Padang -
Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sudah berjanji akan segera memberi informasi kalau terjadi hal-hal yang mengkhawatirkan melalui ratusan mesjid, ketakutan warga terhadap kemungkinan datangnya gempa besar dan tsunami tak kunjung surut. Eksodus pun tak terhindarkan.Buktinya, selain selalu jadi pembicaraan hangat, sejumlah sopir travel liar di kota Padang mengaku jumlah penumpang jurusan Padang-Bukittinggi meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir.Junaidi (30), salah seorang sopir mengatakan, sejak isu tsunami menghangat di kota Padang, waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan 9 penumpang untuk sekali jalan ke Bukittinggi jauh lebih cepat dibanding hari-hari biasa."Sekarang, begitu kita datang penumpang sudah banyak yang menunggu," ujarnya ketika ditemui detikcom sedang memuat penumpang di depan Minang Plaza, Air Tawar Padang, Selasa (5/4/2005).Hal senada juga diungkapkan Iswadi (28). Mantan pedagang kaki lima yang sejak setahun terakhir beralih jadi sopir travel liar ini mengaku sedikit dapat rezeki lebih setelah isu tsunami kembali ramai dibicarakan di kota Padang. "Kalau tidak ada razia di jalan, saya bisa jalan enam kali Padang-Bukittinggi PP. Kalau hari biasa, paling banyak saya jalan empat atau lima kali," terangnya.Dikatakan Iswadi, meski jumlah penumpang melonjak bukan berarti aktivitas mereka sebagai sopir travel ilegal dapat dengan nyaman dijalankan. Seperti biasa, kejaran aparat kepolisian yang melakukan razia tetap menjadi momok yang menakutkan."Kalau sempat ditilang, bisa-bisa kita cuma dapat capeknya. Sebab itu kita harus pandai-pandai mengakali. Apalagi, akhir-akhir ini polisi seringkali melakukan razia," demikian Iswadi.
(nrl/)










































