Ahok hadir memenuhi panggilan penyidik Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pada Selasa 22 November 2016 sekitar pukul 08.57 WIB. Ahok yang mengenakan baju batik tidak memberikan komentar apapun dan bergegas masuk menuju ruang pemeriksaan. Ahok didampingi tim kuasa hukum yang dikomandani Sirra Prayuna.
Cagub DKI Jakarta nomor urut dua itu sebelumnya telah berulang kali meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Ke depan, Ahok berjanji akan mengoreksi diri dan tak akan lagi bicara hal-hal mengenai agama orang lain. Ahok berkomitmen tak akan mengulangi lagi pernyataan kontroversial itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 3 kisah Ahok:
Ahok Diperiksa sebagai Tersangka
|
Foto: Grandyos Zafna
|
Pantauan di lokasi, Selasa (22/11/2016), Ahok tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, pukul 08.57 WIB. Dia menggunakan mobil Kijang Innova B 1608 FRS. Ahok datang mengenakan batik cokelat.
Setibanya di depan gedung Rupatama, Ahok langsung dihampiri oleh jurnalis yang sedang menunggunya. Ahok didampingi ketua tim pemenangan Ahok- Djarot, Prasetio Edi dan juru bicara Ruhut Sitompul.
Tim advokasi pemenangan Ahok-Djarot, Sirra Prayuna, mengatakan, pemeriksaan kali ini hanya meminta keterangan Ahok. Dia menambahkan, kemungkinan penyidik akan melengkapi data yang kurang saat Ahok diperiksa menjadi saksi. "Besok kan pro justicia, lebih ke penegasan ke sesuatu yang perlu disempurnakan," ucapnya.
Sirra memprediksi pemeriksaan ini akan berlangsung hingga sore hari. "Saya kira paling lama sampai pukul 16.00 WIB atau 17.00 WIB," ucap Sirra.
Ahok ditetapkan tersangka karena diduga melakukan penistaan agama saat berbicara di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 26 September 2016. Saat itu Ahok menyinggung soal Surat Al Maidah ayat 51.Polisi menetapkan Ahok tersangka karena diduga melanggar Pasal 156 a KUHP juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Nasihat Nusron Wahid untuk Ahok
|
Foto: Nusron Wahid menasihati Ahok (Youtube/TemanAhok)
|
detikcom melihat video Nusron menasihati Ahok itu di akun Youtube Ahok Djarot, Senin (21/11/2016). Di video itu, Nusron menyebut Ahok sudah merepotkan banyak pihak, karena itu sudah sepantasnya meminta maaf.
Ahok yang duduk berhadap-hadapan dengan Nusron nampak manggut-manggut saat menerima nasihat. Dia setuju untuk meminta maaf secara tulus kepada masyarakat atas ucapannya yang menyinggung.
"Memang saya sudah sampaikan beberapa kali minta maaf gitu ya. Saya juga mohon maaf buat Pak Nusron dan teman-teman partai, polisi, TNI, saksi ahli, termasuk umat Islam yang dukung maupun tidak mendukung. Dengan kejadian ini saya juga menerima untuk mengoreksi diri untuk instrospeksi," kata Ahok.
Ahok mengatakan, dirinya sadar sebagai pejabat publik tidak bisa bicara sembarangan. Karena itu, ke depan dirinya berjanji akan lebih berhati-hati dalam bicara.
"Makanya saya pikir ini pelajaran yang berharga buat saya. Dan saya sadar, saya tidak akan mengulangi lagi untuk bicara tanpa mikir dan kita juga tidak akan menyinggung-nyinggung agama orang lain, walaupun saya belajar dikit-dikit ngerti, saya kira tafsiran juga yang punya...(suara tidak terdengar jelas di video-red)...enggak berhak saya membicarakan juga. saya kira itu," ucap Ahok.
"Saya mohon maaf untuk banyak pihak terutama umat Islam yang menjadi tersinggung dengan kejadian ini. Saya secara pribadi tidak ada niat untuk menista agama...(video seperti terputus-red). Pelajaran berharga buat saya, sadar harus ada introspeksi memperbaiki cara komunikasi," sambung sosok petahana di Pilgub DKI Jakarta 2017 ini.
Seperti yang pernah dikatakan Ahok, sejak awal dirinya tidak ada niat sedikit pun menistakan agama Islam. Meski begitu dia siap menjalani proses hukum karena telah menjadi tersangka kasus penistaan agama.
"Mudah-mudahan proses hukum ini akan makin terang bahwa saya tidak pernah atau ada niat maksud dari kecil sampai sekarang menista agama Islam. Terima kasih sekali untuk masukan dari Nusron, dari teman," ujar Ahok.
Pelajaran Berharga Ahok
|
Foto: Grandyos Zafna
|
Ahok pun berkomitmen tak akan mengulangi lagi pernyataan kontroversial itu. "Makanya saya pikir ini pelajaran yang berharga buat saya. Dan saya sadar, saya tidak akan mengulangi lagi untuk bicara tanpa mikir dan kita juga tidak akan menyinggung-nyinggung agama orang lain, walaupun saya belajar dikit-dikit ngerti, saya kira tafsiran juga yang punya...(suara tidak terdengar jelas di video-red)...enggak berhak saya membicarakan juga. saya kira itu," ucap Ahok.
Ahok kemudian meminta maaf secara tulus terutama kepada umat Islam. Ahok menuturkan dirinya tak bermaksud menista agama. "Saya mohon maaf untuk banyak pihak terutama umat Islam yang menjadi tersinggung dengan kejadian ini. Saya secara pribadi tidak ada niat untuk menista agama...(video seperti terputus-red). Pelajaran berharga buat saya, sadar harus ada introspeksi memperbaiki cara komunikasi," ujar Ahok.
"Mudah-mudahan proses hukum ini akan makin terang bahwa saya tidak pernah atau ada niat maksud dari kecil sampai sekarang menista agama Islam. Terima kasih sekali untuk masukan dari Nusron, dari teman," harap Ahok.
Halaman 2 dari 4










































