"Rumah saya rusak, minta diperiksa, kalau bisa dibangun. Udah mau roboh," kata Sakiyah kepada Rano Karno dan Embay Mulya Syarief di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (21/11/2016).
Mendengar curahan hati ibu yang rumahnya hampir ambruk, Rano berucap soal kewenangan yang diberikan oleh provinsi sebagai perwakilan pemerintahan pusat. Menurutnya, curahan itu akan ia sampaikan ke pemerintah provinsi dan akan disampaikan ke pemerintah Kota Serang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi, saat Kecamatan Kasemen didatangi oleh Presiden Jokowi. Itu menurut Rano, adalah salah satu cara agar pemerintah pusat melihat kondisi Kota Serang yang sebenarnya. Di satu sisi, itu merupakan upaya pemerintah provinsi sebagai perwakilan di daerah agar bisa melakukan intervensi terhadap pembangunan di kota.
"Kenapa Pak Jokowi ke sini. Ini semakin tahu bahwa provinsi harus intervensi. Apalagi masyarakat Banten sudah terlalu sabar menanti pembangunan," ujar Rano.
Foto: Bahtiar Rivai/detikcom |
Menurut Rano, sangat wajar jika di daerah Kasemen ada seorang ibu yang mengeluh soal kemiskinan. Soal apakah nanti Rano akan membedah rumahnya dan memperbaiki, menurutnya itu perlu dilihat status kepemilikan tanah si ibu.
"Kita setiap tahun ada anggaran besar bedah rumah, mungkin 1 rumah bisa Rp 15 juta, dengan persyaratan tanah harus milik sendiri. Kalau tidak kita carikan CSR," kata Rano Karno kepada wartawan. (bri/trw)











































Foto: Bahtiar Rivai/detikcom