Ibu Sakiyah Curhat di Kampanye Rano-Embay: Minta Bantuan, Rumah Mau Roboh

Pilgub Banten 2017

Ibu Sakiyah Curhat di Kampanye Rano-Embay: Minta Bantuan, Rumah Mau Roboh

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 21 Nov 2016 18:41 WIB
Ibu Sakiyah Curhat di Kampanye Rano-Embay: Minta Bantuan, Rumah Mau Roboh
Foto: Bahtiar Rivai/detikcom
Kota Serang - Saat kampanye di salah satu kantong kemiskinan di Kasemen, Kota Serang, pasangan cagub-cawagub Rano Karno dan Embay Mulya Syarief didatangi oleh seorang ibu yang rumahnya hampir ambruk.

"Rumah saya rusak, minta diperiksa, kalau bisa dibangun. Udah mau roboh," kata Sakiyah kepada Rano Karno dan Embay Mulya Syarief di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin (21/11/2016).

Mendengar curahan hati ibu yang rumahnya hampir ambruk, Rano berucap soal kewenangan yang diberikan oleh provinsi sebagai perwakilan pemerintahan pusat. Menurutnya, curahan itu akan ia sampaikan ke pemerintah provinsi dan akan disampaikan ke pemerintah Kota Serang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rano, Kecamatan Kasemen memang menjadi salah satu kantong kemiskinan di Banten. Meskipun sudah sudah diberikan bantuan provinsi sebesar Rp 80 miliar per tahun ke Kota Serang saat dirinya menjadi gubernur definitif, kecamatan ini masih termasuk daerah yang menjadi perhatian.

Apalagi, saat Kecamatan Kasemen didatangi oleh Presiden Jokowi. Itu menurut Rano, adalah salah satu cara agar pemerintah pusat melihat kondisi Kota Serang yang sebenarnya. Di satu sisi, itu merupakan upaya pemerintah provinsi sebagai perwakilan di daerah agar bisa melakukan intervensi terhadap pembangunan di kota.

"Kenapa Pak Jokowi ke sini. Ini semakin tahu bahwa provinsi harus intervensi. Apalagi masyarakat Banten sudah terlalu sabar menanti pembangunan," ujar Rano.

Ibu Sakiyah Curhat di Kampanye Rano: Rumah Saya Mau Roboh, Kalau Bisa DibangunFoto: Bahtiar Rivai/detikcom

Menurut Rano, sangat wajar jika di daerah Kasemen ada seorang ibu yang mengeluh soal kemiskinan. Soal apakah nanti Rano akan membedah rumahnya dan memperbaiki, menurutnya itu perlu dilihat status kepemilikan tanah si ibu.

"Kita setiap tahun ada anggaran besar bedah rumah, mungkin 1 rumah bisa Rp 15 juta, dengan persyaratan tanah harus milik sendiri. Kalau tidak kita carikan CSR," kata Rano Karno kepada wartawan. (bri/trw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini