DetikNews
Senin 21 November 2016, 18:34 WIB

2 Nakhoda RI Diculik di Malaysia, Menhan: Di Laut Susah Pasang Deteksi

Ray Jordan - detikNews
2 Nakhoda RI Diculik di Malaysia, Menhan: Di Laut Susah Pasang Deteksi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut kesulitan mendeteksi potensi ancaman perompakan di tengah laut. Ryamizard menyebut pemerintah sudah mengingatkan agar WNI tidak melaut di kawasan rawan.

"Kan sudah bilang, jangan ke situ, jangan ke situ, masih saja ke situ," kata Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/11/2016).

Hal ini disampaikan Ryamizard menanggapi penculikan dua orang WNI di perairan Sabah, Malaysia. Kedua WNI itu lalu dibawa ke wilayah Sulu, Filipina.

Menurut dia, sulit memasang deteksi untuk memancarkan kondisi perairan bila terjadi ancaman perompakan di tengah laut. "Di tengah laut bagaimana mau pasang deteksi?" katanya.

Namun Ryamizard membantah jika kerja sama patroli yang dilakukan tiga negara yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina gagal karena penculikan tetap terjadi. "Siapa yang bilang gagal?" katanya.

"Ngarang. buktinya Abu Sayyaf sudah 400 (anggotanya,red) mati. Yang culik sudah dibebaskan. Enggak ngerti. Dulu enggak pernah begitu. Enggak tahu saja," imbuhnya.

Menlu Retno Marsudi sudah melaporkan kasus penculikan 2 orang WNI ini ke Presiden Joko Widodo. Menlu mengaku sudah mengontak otoritas Malaysia dan Filipina terkait penculikan ini.

"Saya juga tekankan mengenai pentingnya bagi pemerintah dan otoritas Malaysia untuk dapat meningkatkan keamanan di wilayah air mereka.
Karena sudah sangat jelas bawah ini merupakan kesepakatan yang sudah disetujui pada saat kita berbicara secara bertiga sejak dari di Yogya pada bulan Mei," kata Retno terpisah.
(jor/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed