Bangunan dan tata kota di Kota Lama masih kental dengan atmosfer Belanda Pada abad ke-18, Kota Lama menjadi pusat pemerintahan Belanda di Semarang.
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, rencananya Rutte tiba di Kota Semarang sekitar pukul 09.00 WIB menggunakan pesawat komersial. Agenda pertama Rutte yaitu penandatanganan kerjasama dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, menteri dari Belanda yang mendampingi Rutte akan melakukan penandatanganan MoU dengan Pemerintah Kota Semarang terkait pembenahan kawasan infrastruktur.
"MoU pembenahan kawasan infrastruktur khususnya mengenai polder yang bisa mencegah atau minimalkan banjir di kota Semarang," tuturnya.
Polder yang dimaksud yaitu Polder Banger yang salah satu MoU-nya sudah ditandatangani 15 tahun lalu. Direncanakan PM Belanda juga akan meninjau Polder yang berada di Kemijen, Semarang Timur itu.
"Yang Polder Banger kan sudah ditandatangani 15 tahun lalu. Perdana Menteri Belanda akan cek MoU zaman dulu itu sudah diaplikasikan sejauh mana. Kemudian akan ada dialog rombongan Perdana Menteri dan masyarakat Kemijen," ucap dia.
Selain itu Rutte juga akan mengunjungi lokasi bersejarah yang berhubungan dengan Belanda antara lain Kota Lama dan Lawang Sewu. Di Kota Lama, rencananya Rutte akan berjalan dari Polder Tawang ke Gereja Blenduk.
"Selain itu Pak Perdana Menteri ada kunjungan ke Akpol. Pukul 17.00 WIB Beliau pulang dari Semarang," ujar Hendrar. (alg/nwy)











































