Cerita Roliyah Terpaksa Bertahan di Rusun Penjaringan yang Terbengkalai

Cerita Roliyah Terpaksa Bertahan di Rusun Penjaringan yang Terbengkalai

Nugroho Tri Laksono - detikNews
Senin, 21 Nov 2016 17:51 WIB
Cerita Roliyah Terpaksa Bertahan di Rusun Penjaringan yang Terbengkalai
Foto: Istimewa
Jakarta - Roliyah (73) memilih bertahan meski perbaikan Rusun Penjaringan, Jakarta Utara terbengkalai. Ekonomi menjadi alasan Roliyah tetap tinggal meski dengan kondisi rusun memprihatinkan.

Roliyah yang menghuni Blok E Rusun Penjaringan itu merupakan korban kebakaran kolong tol Bandengan tahun 1988 silam. Dia sudah menempati rusun lebih dari 20 tahun. Nenek 8 cucu ini masih bertahan dan tinggal di rusun lantaran tak punya biaya untuk menyewa rumah.

"Saya menunggu kalau benar direhab ya saya pindah, ini saja enggak direhab kan makanya saya bertahan bareng cucu disini soalnya harga kontrakan mahal kalo kita gak tinggal di sini," ujar Roliyah kepada detikcom di Rusun Penjaringan, Jakut, Senin (21/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya Roliyah bersama keluarga yang masih tinggal di rusun ini. Anak Roliyah ada yang memilih pindah dan ada yang bertahan. Namun 8 cucu dari beberapa anaknya itu tinggal bersama Roliyah di rusun.

Baca juga: Melihat Kondisi Rusun Penjaringan Jakarta Utara yang Terbengkalai

Rusun Penjaringan, Jakarta UtaraFoto: Istimewa
Rusun Penjaringan, Jakarta Utara


Untuk kebutuhan sehari-hari, Roliyah menggunakan listrik token dengan pembayaran sendiri karena sudah diputus oleh pihak pengelola rusun. Tak jarang jika hujan turun atap unit yang dihuni lantai 1 kerap bocor.

Dia berharap agar pemerintah segera merehab rusun yang sejak bulan Juni diterlantarkan ini. "Banyak nyamuk, kalau hujan bocor semua. Pasti saya pindah kalau pemerintah mulai merehab rusun ini. Saya berharap biar cepet-cepet aja segera direhab," katanya.

Wanita yang juga penjual gorengan itu mengatakan, tak tahu nasib warga lainnya. Banyak juga dari mereka yang pulang ke kampung halamannya.

Kata Roliyah, blok rusunnya itu terdiri dari 128 kepala keluarga,"Banyak yang pulang kampung terus ada yang ngontrak juga. Kalau semua kira-kira hampir 500 (KK)," imbuhnya.

Sebelumnya, Ada tiga blok di Rusun Penjaringan, Jakarta Utara yang akan direvitalisasi. Ketiga blok tersebut yakni blok E, F, dan G sejak Juni 2016 dikosongkan. Namun ada beberapa warga yang masih bertahan di rusun tersebut.

Rusun Penjaringan, Jakarta UtaraFoto: Istimewa
Rusun Penjaringan, Jakarta Utara


Kondisi Rusun Penjaringan tampak memprihatinkan. Banyak sampah dan puing yang berserakan. Sebagian tiang pagar yang berada di setiap lantainya sudah hilang dengan tembok bangunan banyak yang bolong.

Meski rencananya akan direvitalisasi, namun hingga saat ini rusun tersebut masih terbengkalai dan belum tersentuh perbaikan. (idh/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads