Dipertanyakan Alasan Oedi & Yeti Jadi Tersangka Kasus Munir

Dipertanyakan Alasan Oedi & Yeti Jadi Tersangka Kasus Munir

- detikNews
Selasa, 05 Apr 2005 13:54 WIB
Jakarta - Kuasa hukum Oedi dan Yeti, M Assegaf mempertanyakan alasan kepolisian menetapkan kliennya sebagai tersangka kasus kematian Munir."Yang menjadi pertanyaan besar saya atas dasar apa tiba-tiba mereka diputuskan menjadi tersangka. Kalau mereka diduga karena keterlibatannya membantu atau ikut serta. Membantu itu berarti harus di bawah kesadaran bahwa mereka membantu untuk melakukan kejahatan," ungkap M Assegaf di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (5/4/2005).Namun demikian, Assegaf mengimbau agar Oedi dan Yeti tidak lari dalam kejaran pers dan mengungkapkan semua fakta yang diketahuinya."Kita tidak melihat ada alasan yang memposisikan dia sebagai tersangka. Polisi tidak menjelaskan," ujar dia.Surat pemanggilan ketiga ini diterima Oedi dan Yeti dari Penyidik Utama Mabes Polda Kombes Pol Anton Carlian pada 2 April 2005 lalu untuk dimintai keterangan sebagai tersangka dalam perkara tindak pembunuhan berencana atau turut serta membantu sebagaimana dalam pasal 340 KUHP jo pasal 55 jo pasal 56 KUHP. Mereka diperiksa AKP Nyoman Rasita.Pesan Orange Juice dan MieDalam keterangannya, tersangka Yeti mengaku menawarkan minuman dan makanan kepada Munir saat penerbangan di atas pesawat Garuda. Makanan yang akan disajikan dimasukkan dalam kemasan."Special order Munir yaitu mie. Memang ada tiga pilihan makanan dan Munir memilih mie.Sebelum memesan mie, Yeti menawarkan wellcome drink di situ sudah ada minuman yang dibawa Yeti diantaranya apple juice, orange juice dan bir. Munir memilih orange juice dan saat itu Munir memesan mie kepada Yeti," kata Assegaf."Yeti dan Oedi tidak melihat sesuatu yang di luar kewajaran. Tidak melihat sesuatu yang aneh. Memang belul di situ ada Pollycarpus dan dua klien saya baru tahu bahwa Pollycarpus ditugaskan bersama mereka pada hari itu," lanjutnya.Lebih lanjut, Assegaf mengaku tidak mengetahui apakah dua kliennya kenal dengan Pollycarpus. "Saya belum tahu apakah dua tersangka mengenal Polly sebelumnya," imbuhnya. (aan/)


Berita Terkait