"Kita minta lima puluh perwakilan, tapi dari pihak sana hanya dua puluh perwakilan. Karena perwakilan kita banyak, ya sudah. Tidak jadi saja," kata Muhammad Akbar, peserta aksi dari Kupang, Nusa Tenggara Timur kepada detikcom, Senin (21/11/2016).
Setelah puas berorasi dan bernyanyi, massa aksi meninggalkan Simpang Monas di Jln. Medan Merdeka Barat, di depan Istana Merdeka pukul 16.00. Mereka menuju Simpang Monas di dekat Patung Kuda, antara Jln. Medan Merdeka Barat, dan Medan Merdeka Selatan.
Di area Patung Kuda, mereka istirahat untuk makan dan foto-foto sebelum meninggalkan lokasi. Sekitar pukul 17.00 massa aksi mulai meninggalkan lokasi secara teratur. Septian selaku juru bicara aksi menjelaskan, aksi ini untuk menjaga persatuan Indonesia. Dalam aksi tersebut, mereka menuntut beberapa hal yang berkaitan dengan persatuan Indonesia.
"Tuntutan kita adalah jaga keutuhan NKRI dan ideologi pancasila. Pertahankan pemerintah yang konstitusional dan dipilih langsung oleh rakyat. " Kata Septian.
"Jangan menggunakan isu SARA untuk kepentingan politik. Jangan menteror rakyat dengan demonstrasi-demonstrasi anarkis (kekerasan) untuk menebar ketakutan. Jangan intervensi proses hukum dengan gerakan massa," sambung Septian. (aik/tfq)











































