"Dari informasi yang partai kami terima, ada yang menciptakan disabilitas politik di beberapa daerah, mencoba memanas-manasi suasana, mendiskreditkan kepemimpinan Presiden. Tentu saja Bu Megawati mengingatkan, sebagai bangsa ber-Pancasila kita harus mampu berdialog," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto kepada detikcom, Senin (21/11/2016).
Dalam kesempatan sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyampaikan pihaknya mendapatkan informasi ada rapat-rapat khusus dengan agenda makar. Tito menyebut di demo 25 November ada aksi untuk menguasai gedung DPR dan bisa berujung upaya makar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kembali ke soal upaya makar, Hasto menjelaskan ada pihak tertentu yang sengaja menjalankan operasi penyesatan informasi yang membuat situasi sosial-politik jadi gerah. Namun PDIP tak mau mengungkap siapa gerangan kelompok subversif itu. PDIP menyerahkan kepada pemerintah saja.
"Ada upaya pihak tertentu yang sengaja melakukan penyesatan informasi, memanas-manasi situasi. Itu laporan yang kami terima. PDIP memilih menyerahkan kepada pemerintah," kata Hasto.
Dia menegaskan, PDIP bersama partai-partai pendukung pemerintah akan selalu mendukung Presiden Jokowi dan memastikan pemerintahan tak diganggu piahk lain. Cara menjaganya adalah dengan mengedepankan upaya dialog yang sehat.
"Beberapa temuan para DPD (Dewan Pimpinan Daerah PDIP) kami, ada berbagai laporan yang menunjukkan hal tersebut. Maka kami mendorong dialog dengan para tokoh-tokoh masyarakat dan membangun kerja sama dengan parpol lain," kata Hasto.
(dnu/tor)











































