PDIP Bali Yakin Tidak Akan Tergoda ke Gerakan Pembaruan
Selasa, 05 Apr 2005 13:42 WIB
Denpasar -
DPD PDIP Bali yakin Gerakan Pembaruan PDIP tidak akan terbentuk di Bali. Sebab PDIP Bali tidak akan tergoda dari sikapnya mendukung Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum PDIP.Hal itu disampaikan Ketua DPD PDIP Bali Ida Bagus Putu Wesnawa kepada wartawan di sela-sela acara rapat koordinasi PDIP tentang Pilkada di Hotel Nikki jalan Lumintang Denpasar Bali, Selasa (5/4/2005)."Saya yakin kalau wakil formal (Gerakan Pembaruan PDIP) tidak ada. Entah siapa di situ. Bali sudah jelas sikapnya (mendukung Mega). Saya belum melihat ada yang memisahkan diri," ujarnya.Dia yakin di Bali akan terjadi kristalisasi, dan itu wajar dalam organisasi. Jika ada sosialisasi Gerakan Pembaruan PDIP di Bali, dia menyerahkan hal itu kepada cabang-cabang."Tapi saya yakin Bali tidak akan bergeming soal itu. Korwil Gerakan Pembaruan PDIP boleh ada. Tapi siapa yang akan diajak? Barangkali yang kumpul-kumpul di Art Center (yang menghadiri deklarasi). Padahal di sana banyak yang bukan warga PDIP," tukas Wesnawa.Ditanya mengenai kekecewaan PDIP Bali karena jagoannya tidak masuk kepengurusan DPP, dia menegaskan, masalah itu sudah selesai sewaktu pihaknya diberikan penjelasan oleh Mega.Masih tetap ada kekhawatiran? "Itu biasa. Tapi saya yakin Bali punya daya tahan yang tak mudah tergoyahkan," tandas Wesnawa.Deklarasi Gerakan Pembaruan PDIP di Bali digelar di Art Center Bali pada 22 Maret 2005. Ketut Bagiada, mantan anggota DPR RI 1999-2004 menjadi Korwil Gerakan Pembaruan PDIP di Bali. Acara deklarasi dihadiri tokoh Gerakan Pembaruan PDIP Laksamana Sukardi dan Sukowaluyo Mintoharjo.Pada 4 April 2005, Pimpinan Kolektif Nasional Gerakan Pembaruan PDIP dideklarasikan di Hotel Sahid Jakarta. Untuk saat ini jabatan ketua harian dipegang Roy B Janis, sekretaris Didi Supriyanto, dan bendahara Wijaya.
(sss/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































