"Menyangkut demo ke Ahok masukan banyak sekali, semua pihak ada jaminan apakah tanggal 25 (November) dan 2 (Desember). Ada yang menjawab demonstrasi damai dan super damai. Ada tanggungjawab mereka," ujar Wiranto di kantornya Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (21/11/2016).
(Baca juga: Demi Ketertiban Umum, Polri Larang Aksi 2 Desember di Sudirman-Thamrin)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: Meski Larang Demo, Polisi-TNI Tetap Berjaga pada 2 Desember)
"Demo adalah hak menyampaikan aspirasi di depan umum. Jadi harus dilakukan dengan damai. Saya apresisasi. Oleh karena itu saya kira hal ini sangat positif dibutuhkan untuk mengambil kebijakan-kebijakan nanti yang bisa membangun suasana dingin tenang dan kondusif," imbuhnya.
Yang pasti, Wiranto meminta semua pihak tetap menjaga keutuhan bangsa. "Sama-sama menjaga warisan negeri ini, yakni NKRI, UUD 1945, Pancasila, Bhinneka Tunggal ika. Masak menjaga warisan aja enggak bisa? Malu kalau enggak bisa menjaga," kata dia.
(Baca juga: Panglima TNI: Bila Ada Makar itu juga Urusan TNI, Prajurit Disiapkan)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian sebelumnya menegaskan mencurigai adanya tujuan terselubung dalam demonstrasi yang akan dilakukan. Aksi ini diduga Polri ingin berupaya menjatuhkan pemerintah.
"Ada agenda-agenda gelap terkait yang lain dalam rangka untuk menjatuhkan pemerintah," katanya. (fdn/fdn)











































