Sekjen PDIP Hasto Kristyanto menyebut usai pertemuan Ketum Golkar Setya Novanto dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, empat partai politik berkumpul di Tugu Kunstkring Palais, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Minggu (20/11) malam. Empat parpol pengusung mengirimkan wakilnya masing-masing dalam rapat internal itu.
"Tadi malam langsung kami tindak lanjuti. Jadi sebagai hasil pertemuan Pak Setya Novanto dengan Ibu Ketua Umum semalam kami mengadakan pertemuan. Dari Golkar Idrus Marham, Nasdem Efendy Choiri, Hanura Erik (Erik Satrya Wardhana), PDIP saya kemudian dihadiri juga oleh Pak Ahok dan Djarot dan dihadiri ketua dan Sekretaris pemenangan Ahok-Djarot," jelas Hasto saat berbincang, Senin (21/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan di mana setiap parpol menggerakkan seluruh elemen kepartaiannya dan dilakukan fungsi koordinasi untuk menyatukan seluruh gerak langkah untuk memenangkan Pak Ahok dan Pak Djarot. Sehingga seluruh parpol Nasdem, Hanura, Golkar, PDIP menyatakan komitmen total di dalam mendukung pasangan Pak Ahok dan Djarot," kata dia.
Hasto menyebut koordinasi untuk memenangkan Ahok-Djarot kerap dilaksanakan. Mereka juga memperkuat di level DPP Partai.
"Pertemuan tingkat fraksi sering, tim pemenangan hampir dilakukan secara periodik dan hampir setiap hari dilakukan koordinasi di kantor tim pemenangan. Kemudian kita perkuat seluruh tim pemenangan itu dengan memperkuat di level DPP Partai," kata dia.
Meski saat ini Ahok berstatus tersangka dalam dugaan penistaan agama, keempat parpol masih bulat untuk mendukung Ahok. Namun ada beberapa evaluasi untuk Ahok agar ke depan memperbaiki sikap dan akan mengusung banyak pendekatan.
"Tentu saja dilakukan berbagai perbaikan pernyataan Pak Ahok meminta maaf, kemudian sikap. Pak Ahok lebih banyak pendekatan, lebih banyak menyampaikan program-programnya, itu kemudian sinyal positif bahwa partai dan Pak Ahok-Djarot belajar dari peristiwa-peristiwa sebelumnya dan memperbaiki seluruh strategi komunikasi politik dan strategi pemenangannya," jelas dia.
Senada dengan Hasto, Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, menyebut selama ini kinerja Ahok memuaskan. Kekurangan Ahok, kata Basarah, hanya pada komunikasi.
"Kelemahan satu-satunya dalam hal ini disiplin bicara. Itulah satu-satunya kelemahan kalau diukur dari tanggung jawab dan kapasitas sebagai incumbent berprestasi. Artinya diluar itu positif, Oleh karena itu semua parpol pengusung yang telah membuat kontrak politik sudah meminta agar Pak Ahok berdisiplin dalam bicara," urai dia.
Basarah menyebut parpol mengingatkan agar Ahok disiplin berbicara sehingga tidak menimbulkan salah tafsir atau menimbulkan masalah yang tidak perlu terkait pilkada.
"Evaluasi itu disampaikan. Pak haok merespon postifi saran dari parpol pengusungnya. Saya akan mendisiplinkan komunikasi publik. Ini langkah positi yang dicapai sebagai bentuk kerjasama Pak Ahok parpol pengusung," terang dia.
(ams/imk)










































