Musibah Heli Australia
Pernikahan yang Tak Pernah Terjadi
Selasa, 05 Apr 2005 13:11 WIB
Jakarta - Jatuhnya helikopter Angkatan Laut Australia di Pulau Nias menyisakan cerita duka. Sembilan personel Australia tewas dalam musibah yang terjadi Sabtu (2/4/2005) lalu. Salah seorang korban, Matthew Davey telah berencana untuk melamar kekasihnya. Namun ajal keburu menjemputnya. Demikian seperti diberitakan Sydney Morning Herald, Selasa (5/4/2005).Letnan Davey telah 10 tahun menjalin hubungan asmara dengan Rachel Henson. Hingga akhirnya, pria berusia 30 tahun itu pun berniat untuk melamar Rachel menjadi istrinya. Ia bahkan telah menyiapkan sebuah cincin kawin, warisan keluarga, untuk diberikan kepada Rachel.Davey telah meminta ibunya untuk mengirimkan cincin itu ke rumahnya yang ditinggali bersama Rachel di Canberra. Saat cincin itu tiba bulan lalu, Davey sedang berada di Banda Aceh untuk misi kemanusiaan pasca gempa dan tsunami Aceh pada 26 Desember lalu. Cincin yang diletakkan dalam sebuah kotak itu diantarkan langsung oleh seorang kerabat yang tidak memberi penjelasan apapun soal kiriman itu. Rachel pun menyimpan kiriman itu dan tidak membukanya sebelum kedatangan Davey.Davey akhirnya kembali dari misi di Aceh. Namun belum ada sehari kepulangannya, Angkatan Laut Australia telah memanggilnya kembali untuk pergi ke Indonesia guna membantu para korban gempa di Nias. Itulah saat terakhir pasangan tersebut bertemu. Cincin pun belum sempat diberikan Davey kepada Rachel.Letnan Davey tewas bersama delapan personel Angkatan Laut lainnya dalam musibah heli Sea King di Nias. Berita ini mengejutkan semua anggota keluarga Davey. Ibunya ingat mengenai kotak cincin itu dan menyuruh Rachel untuk membukanya. Kini, cincin itu telah bertengger di jari manis Rachel."Dia (Davey) berencana untuk mengadakan pertemuan keluarga," tukas Rachel. "Dia pulang hari itu namun tidak sempat untuk bikin acara tersebut," imbuh perempuan berusia 34 tahun itu.Letnan Davey merupakan seorang dokter ICU di Rumah Sakit Canberra dan telah bertugas untuk tim medis Angkatan Luat dan Angkatan Darat Australia sejak ia menyelesaikan pelatihan medisnya pada tahun 2000. Ia bertemu Rachel pertama kali pada tahun 1996 di sebuah ruangan kelas dansa.Rachel mengakui, di pikirannya sempat terlintas kekhawatiran akan kehilangan pujaan hatinya itu. Namun penugasan Davey ke Indonesia tidak "secara khusus mengkhawatirkan saya karena dia tidak sedang dalam perang," tutur perempuan Australia itu.Menurut Rachel, Davey senang dengan misi kemanusiaan yang diembannya. "Itu bukan kesalahan siapa-siapa, itu hanya kecelakaan mengerikan yang tidak diinginkan oleh siapapun di dunia ini. Satu-satunya penghibur adalah bahwa dia meninggal saat melakukan sesuatu yang ingin dilakukannya," tutur Rachel pasrah.
(ita/)











































