Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (21/11/2016).
"Meningkatnya aktivitas gempa bumi akhir-akhir ini bukan merupakan indikasi akan terjadinya peristiwa gempa bumi besar. Aktivitas gempa bumi di zona selatan Jawa hingga saat ini masih tergolong wajar," ujar Daryono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Zona selatan Pulau Jawa memang berdekatan dengan subduksi lempeng aktif, dalam hal ini Lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah Pulau Jawa dengan laju 74 mm/tahun yang berdampak kepada tingginya aktivitas gempabumi di selatan Jawa," kata Daryono.
"Banyaknya aktivitas gempabumi merupakan manifestasi pelepasan energi agar tidak terjadi akumulasi tegangan yang dapat memicu terjadinya gempabumi besar," lanjutnya.
Daryono menegaskan, jika ada berita yang mengatakan gempa besar disertai tsunami, hingga saat ini bisa dipastikan berita tersebut tidak benar. Warga diminta tak terpancing.
"Dari sekian banyak isu akan terjadi gempabumi besar dan tsunami, hingga saat ini tidak ada satupun yang terbukti benar. Untuk itu kepada warga masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tutur Daryono. (rna/rna)











































