"NKRI ini berdiri di atas pemuda, laskar, umaro dan ulama. Kita berharap pembangunan tetap kita jalankan dari Sabang sampai Merauke. Kita harapkan dapat bersatu atas kerja sama ulama dan umaro dan segenap masyarakat Indonesia. Tidak boleh negara ini pecah, karena Indonesia ini Bhinneka Tunggal Ika," kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberikan sambutan di Majelis Ta'lim Ali Alhabsy, Kwitang, Jakarta Pusat, Minggu (20/11/2016).
Kemudian Jenderal Tito mengingatkan soal peran ulama dalam negara. Menurut Jenderal Tito, ulama memiliki peran penting untuk keberlangsungan negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Kapolda Metro Jaya itu juga mengatakan Kwitang merupakan tempat bersejarah dan tempat contoh toleransi Islam Rahmatan Lil 'Alaamiin.
"Tempat ini tempat bersejarah, tempat toleransi. Ini sudah berlangsung puluhan tahun. Ini yang disebut Islam Rahmatan Lil 'Alaamiin," pungkasnya.
Jenderal Tito hadir mengenakan baju koko putih dan peci hitam. Tak hanya sendiri, Jenderal Tito hadir ditemani jajaran petinggi Polri lainnya, salah satunya Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar. Kehadiran Jenderal Tito di Kwitang bukan yang pertama, Tito mengaku hal tersebut merupakan rutinitasnnya sejak dulu.
"Ini bukan pertama kali saya ke sini, Saya udah sering ke sni. Saya kenal baik dengan Habib Abdurrohman," pungkas Jendral Tito Karnavian.
(tor/tor)