Sidang Pembunuhan Basri, Dokter RS MMC & Polisi Jadi Saksi
Selasa, 05 Apr 2005 12:51 WIB
Jakarta - Sidang kasus pembunuhan Basri Sangadji kembali digelar Selasa (5/4/2005) ini di Aula Polres Metro Jakarta Selatan dengan agenda pemeriksaan saksi. Dua saksi yang diperiksa adalah dokter piket Rumah Sakit MMC, dr. Rizal Heru, dan petugas piket Polsek Kebayoran Baru, Ipda Sarju Dwiyanto.Persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Eddy Joenarso ini seharusnya menghadirkan dua saksi lainnya, yaitu John Key dan Tito Key. Tapi keduanya tidak hadir dan dijadwalkan untuk diperiksa di persidangan berikutnya.Dalam persidangan ini dihadirkan delapan terdakwa kasus pembunuhan Basri Sangadji. Sebelumnya sidang dibagi dalam dua berkas, yaitu berkas tiga pelaku utama (Semy Key, Emang Refra, dan Rais Texas), serta lima terdakwa pelaku pembantu ( Lois, Erwin Labettubun, Koko Rahawarin, Rasid, dan Yopi Ingrattubun).Dr. Rizal Heru dalam kesaksiannya menyatakan korban, yakni Basri Sangadji, dibawa ke RS MMC sudah dalam keadaan meninggal. Kedaan Basri yang sudah meninggal ini diketahui setelah dilakukan pemeriksaan tekanan darah, denyut jantung, dan pernafasan."Setelah pemeriksaan diketahui keadaan Basri Sangaji sudah dalam keadaan meninggal," ujar Rizal. Namun tentang penyebab meninggalnya Basri tidak dapat dipastikan karena tidak dilakukan otopsi. Rizal menduga Basri meninggal karena pendarahan dari sekujur tubuhnya yang terluka. "MMC tidak melakukan otopsi. Selain keluarga menolak, MMC juga tidak mempunyai otoritas untuk mengotopsi Basri Sangaji"Saksi kedua, Sarju Dwiyanto, menjelaskan ia mendapat telepon dari petuga satpam Hotel Kebayoran Inn sekitar 15 menit setelah kejadian pada pukul 03.00, 12 Oktober 2004, yang melaporkan adanya keributan di hotel tersebut.Sarju langsung datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Namun ia tidak melakukan olah TKP karena tugasnya hanya untuk pengamanan. Dari keterangan satpam hotel diperoleh keterangan bahwa ada yang meninggal dalam keributan tersebut, yakni Basri Sangaji. Namun saksi tidak sempat melihat korban karena sudah dibawa ke rumah sakit. Ia hanya sempat melihat kamar 301, tempat Basri dibunuh, dari depan kamar. Saksi mengaku melihat banyak darah yang bercecer di lantai dekat pintu masuk, dan posisi kursi di dalam kamar berantakan.
(gtp/)











































