Begal Masih Meneror Warga Bandung, Giliran Sepeda Motor Bocah Dirampas

Begal Masih Meneror Warga Bandung, Giliran Sepeda Motor Bocah Dirampas

Baban Gandapurnama - detikNews
Minggu, 20 Nov 2016 09:20 WIB
Begal Masih Meneror Warga Bandung, Giliran Sepeda Motor Bocah Dirampas
Foto: Andhika Akbarayansyah
Bandung - Aksi begal di Kota Bandung, Jawa Barat belum tamat. Lagi-lagi kejadiannya di seputaran kawasan Coblong. Kini giliran bocah lelaki pengendara sepeda motor menjadi sasaran kawanan begal.

Peristiwa pembegalan menimpa korban, inisial AF (15), saat melintas di Jalan Siliwangi atau depan Sarana Olah Raga (Saraga), Kecamatan Coblong, Sabtu (19/11/2016) sekitar pukul 22.30 WIB. Anak baru gede itu dipepet sepeda motor pelaku.

Begal diduga berkelompok atau berjumlah lebih dua orang saat melancarkan aksinya. "Korban mengalami luka ringan akibat motornya jatuh ditendang oleh kelompok pelaku," kata Kasubaghumas Polrestabes Bandung Kompol Reny Marthaliana via telepon, Minggu (20/11/2016).

Setelah AF tersungkur, pelaku merampas paksa motor jenis matic Nopol D 6032 KV. Kawanan begal langsung kabur.

"Motor milik korban dicuri pelaku," kata Reny.

Polisi masih menyelidiki kronologi rinci kasus ini. Selain itu, polisi juga mendalami soal korban bersatus pelajar yang diizinkan membawa motor dan berpergian malam hari.

Reny mengimbau para orang tua sebaiknya melarang anak di bawah umur yang belum mengantongi SIM menggunakan kendaraan bermotor.

"Anak-anak bawah umur lebih berpotensi melanggar lalu lintas dan rawan kecelakaan lantas karena kondisinya secara psikologis belum stabil saat berkendara. Apalagi sekarang marak kriminalitas jalanan, anak dan wanita pengguna kendaraan bermotor sangat rentan sebagai target kejahatan pelaku kriminalitas," ucap Reny.

Polsek Coblong sudah meminta keterangan sejumlah saksi berkaitan kasus begal tersebut. AF mengalami luka ringan sempat mendapat pertolongan medis di rumah sakit.

"Kami sedang melakukan penyelidikan. Korban juga sudah visum," kata Reny.

Selama ini, jajaran Polrestabes Bandung sudah berupaya mengantisipasi kejahatan jalanan dengan memperketat pengamanan dan menerjunkan tim khusus Prabu. Bahkan, pada Jumat dini hari (18/11) lalu, polisi terpaksa menembak mati seorang pelaku begal, HM alias Odon, di kawasan Babakan Siliwangi, Kecamatan Coblong, lantaran melakukan perlawanan sewaktu penyergapan. Odon merupakan residivis kasus curanmor yang kerap beraksi di sejumlah daerah di Kota Bandung.

Hasil penyelidikan polisi, Odon ternyata salah satu kelompok begal yang melukai mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) di Jalan Tamansari, Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Aksi begal bersenjata tajam di kota berjuluk 'Paris van Java' kian merajalela. Kurun waktu kurang satu bulan, tercatat tiga mahasiswa ITB menjadi korban keberingasan komplotan begal di kawasan Coblong.

Kejadian pertama berlangsung pada Rabu 19 Oktober 2016 yang menimpa Nur Indah Pertiwi, mahasiswa Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Korban dipepet kawanan begal bermotor saat menuju tempat indekosnya di Jalan Cisitu Lama, sekitar pukul 00.15 WIB. Sepeda motor korban dibawa kabur pelaku.

Satu hari setelah kejadian itu atau pada Kamis 20 Oktober 2016, Rizal Aziz Muhammad, mahasiswa seni rupa ITB, dicegat komplotan begal di Jalan Djuanda (Dago), sekitar pukul 00.30 WIB. Dia ketika itu dibonceng teman satu kampus menggunakan sepeda motor. Keduanya, pulang dari kampus ITB, Jalan Ganeca. Pelaku membacok Rizal sehingga harus diboyong ke RS Borromeus Bandung.

Lagi-lagi mahasiswa ITB menjadi korban keberingasan penjahat jalanan. Tepatnya pada 5 November 2016 sekitar pukul 05.30 WIB, Rifqi Zaidan Muharri bersimbah darah setelah bagian kepalanya dan lutut dibacok begal di Jalan Tamansari. Dia tengah perjalanan menuju tempat indekos. Para pelaku berjumlah empat orang berhasil membawa kabur motor Rifqi. Akibatnya Mahasiswa Prodi Teknik Geodesi Falultas Ilmu dan Teknologi Kebumian angkatan 2015 tersebut harus menjalani perawatan di RS Borromeus Bandung. (bbn/idh)


Berita Terkait