Embay berkisah tentang pengalamannya selama puluhan tahun di dunia usaha. Dia menyebut kesuksesannya dalam dunia usaha tak lain karena dididik ayahandanya untuk berani, jujur, tegas dan sederhana.
"Sukses seseorang ditentukan 15 persen ilmu dan keterampilan, sisanya ditentukan oleh sikap perilaku yang dalam agama disebut akhlak," kata Embay saat kampanye di tanah kelahirannya di Panandean, Cimanuk, Pandeglang, Sabtu malam (19/11/2018).
Dia bercerita ketika lulus SMA telah menjadi kontraktor kecil di daerah Malingping, Banten Selatan. Dia dipercaya oleh pemodal karena dikenal jujur, tidak pernah mengemplang uang apalagi kredit selalu lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Embay, pelaku UKM harus menanamkan dulu sifat jujur, ulet, dan rajin bersilaturahmi. Soal kesulitan modal, dirinya siap memberikan pelatihan. Apalagi, menurutnya, dia pernah membangun program seribu BMT (baitul mal wa tamwil), sebuah lembaga keuangan mikro syariah di Banten.
"Saya bikin BMT di mana-mana, kalau diperlukan nanti dikasih pelatihan. Enggak usah bayar," kata Embay.
Dia juga mengatakan saat ini akses jalan di Kabupaten Pandeglang sudah lumayan bagus. Pengusaha lokal baik itu UKM dan pengusaha besar sebaiknya harus mengutamakan mutu. Apalagi, jika nanti dibuka tol Serang-Panimbang, investor akan banyak berdatangan ke daerah selatan Banten ini.
"Bagaimana pun juga kita utamakan mutu. Tol akan membuka akses untuk investor. Jika tidak ditingkatkan etosnya, warga Banten akan tersisih," ujar Embay. (bri/dhn)










































