Para pelajar itu rencananya hendak tawuran di Jalan Pelabuhan II, Cikujang, Kecamatan Warudoyong, Sukabumi, Jawa Barat, siang tadi. Namun aksi mereka ketahuan dan akhirnya ditangkap tim gabungan.
Sekitar 19 pelajar pun diamankan. Polisi juga mengamankan 10 buah senjata tajam jenis golok dan gir motor yang telah dimodifikasi. Saat hendak dibawa ke Mapolres Kota Sukabumi, beberapa pelajar itu pun sempat menolak dan menangis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Moh Devi Farsawan membenarkan tentang 19 pelajar yang diamankan tersebut. Devi mengatakan saat ini petugas tengah mendata nama dan asal sekolah pelajar tersebut. Selanjutnya, para pelajar itu bisa pulang setelah dijemput keluarganya.
"Senjata tajam kita sita, karena berbahaya ada yang berbentuk golok. Tak hanya itu mereka juga membawa gir motor yang dililit ke ikat pinggang, kita amankan agar ada efek jera karena mereka juga kita minta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya disaksikan orang tuanya," ucap Devi.
Devi juga mengimbau agar orang tua agar para orang tua lebih memerhatikan putra-putrinya seusai pulang sekolah. "Dengan begitu waktu pulang mereka diperhatikan, kalau memang ada kegiatan sekolah di luar jam pelajaran itu juga harus dikomunikasikan oleh pihak sekolah kepada keluarga. Kepolisian juga aktif mencegah dengan mengimbau ke sekolah-sekolah dan patroli rutin pada jam bubar sekolah," kata Devi. (dhn/dhn)











































