Tepergok Polisi dan Satpol PP, Belasan Pelajar yang Hendak Tawuran Kabur

Tepergok Polisi dan Satpol PP, Belasan Pelajar yang Hendak Tawuran Kabur

Syahdan Alamsyah - detikNews
Sabtu, 19 Nov 2016 22:00 WIB
Tepergok Polisi dan Satpol PP, Belasan Pelajar yang Hendak Tawuran Kabur
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Sukabumi - Belasan pelajar MTS dan SMK di Sukabumi, Jawa Barat tepergok hendak tawuran oleh patroli gabungan dari kepolisian dan Satpol PP. Para pelajar itu pun berlarian tak tentu arah.

Para pelajar itu rencananya hendak tawuran di Jalan Pelabuhan II, Cikujang, Kecamatan Warudoyong, Sukabumi, Jawa Barat, siang tadi. Namun aksi mereka ketahuan dan akhirnya ditangkap tim gabungan.

Sekitar 19 pelajar pun diamankan. Polisi juga mengamankan 10 buah senjata tajam jenis golok dan gir motor yang telah dimodifikasi. Saat hendak dibawa ke Mapolres Kota Sukabumi, beberapa pelajar itu pun sempat menolak dan menangis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau sudah dibawa polisi nangis, tadi gayanya kayak jagoan dan mantekin kendaraan umum. Mereka seperti menunggu pelajar dari sekolah lain, untung saja tadi ada petugas polisi dan Satpol PP yang lewat langsung kena ciduk," kata Muwardi (30), salah seorang warga di lokasi kejadian, Sabtu (19/11/2016).

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Moh Devi Farsawan membenarkan tentang 19 pelajar yang diamankan tersebut. Devi mengatakan saat ini petugas tengah mendata nama dan asal sekolah pelajar tersebut. Selanjutnya, para pelajar itu bisa pulang setelah dijemput keluarganya.

"Senjata tajam kita sita, karena berbahaya ada yang berbentuk golok. Tak hanya itu mereka juga membawa gir motor yang dililit ke ikat pinggang, kita amankan agar ada efek jera karena mereka juga kita minta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya disaksikan orang tuanya," ucap Devi.

Devi juga mengimbau agar orang tua agar para orang tua lebih memerhatikan putra-putrinya seusai pulang sekolah. "Dengan begitu waktu pulang mereka diperhatikan, kalau memang ada kegiatan sekolah di luar jam pelajaran itu juga harus dikomunikasikan oleh pihak sekolah kepada keluarga. Kepolisian juga aktif mencegah dengan mengimbau ke sekolah-sekolah dan patroli rutin pada jam bubar sekolah," kata Devi. (dhn/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads