"Alhamdulilah, nanti ada saatnya saya komentar masalah itu ya. Tapi saya bersyukur," katanya kepada wartawan di Jalan Masjid Al-Ma'muriyah, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Sabtu (19/11/2016).
Agus mengatakan bahwa dirinya tidak langsung puas dengan hasil survei yang dirilis LSI Denny JA. Dia akan terus berkerja keras untuk meningkatkan elektabilitas dan kepercayaan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya diberitakan, LSI Denny JA merilis hasil terbaru dengan perubahan peta elektabilitas para calon. Sebelum ada penetapan tersangka kepada Ahok, elektabilitas pasangan cagub-cawagub nomor urut 2 itu unggul dibanding kedua pesaingnya. Ahok-Djarot mendapatkan 24,6 persen, sedangkan pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi mendapat masing-masing 20,9 persen dan 20 persen.
"Setelah ada penetapan tersangka dari kepolisian, elektabilitas Ahok-Djarot turun menjadi 10,6 persen dan berada di urutan buncit. Sementara itu, elektabilitas dua pasangan pesaing Ahok-Djarot melesat. Anies-Sandi di urutan pertama dengan 31,9 persen dan Agus-Sylvi menempel ketat di urutan kedua dengan 30,9 persen," kata peneliti LSI Denny J.A., Ardian Sopa, di kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (18/11). (imk/imk)










































