Pertemuan ini digelar di Hotel Casa Andina, Jumat (18/11/2016). JK didampingi Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Staf Khusus Sofjan Wanandi, dan beberapa pejabat lain.
Selama kurang-lebih setengah jam, JK membicarakan banyak hal dalam pertemuan tertutup tersebut. Beberapa kesepakatan pun diambil dalam pertemuan singkat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Vietnam mengharapkan volume dagang kedua negara bisa meningkat hingga US$ 10 miliar (Rp 130 triliun) dalam beberapa tahun ke depan.
"Di bidang hankam, Vietnam menekankan untuk memperluas kerja sama penanggulangan narkoba dan human trafficking antara lain melalui Defence Policy Dialogue," katanya, Jumat (18/11/2016).
Vietnam juga mengharapkan Indonesia bisa menangani isu nelayan berdasarkan pertimbangan kemanusiaan dan semangat kemitraan strategis. Vietnam menghargai posisi RI dengan mengedepankan penghormatan atas hukum internasional, termasuk UNCLOS 1992.
Vietnam juga mengharapkan peningkatan kerja sama menyelesaikan isu ZEE sebagai suatu kerangka hukum. Sementara itu, JK menyampaikan komitmen untuk melanjutkan kerja sama yang baik selama ini.
"Wapres menyampaikan dukacita atas meninggalnya nelayan Vietnam di perairan RI. Isu nelayan Vietnam tengah ditangani oleh otoritas berwenang RI bekerja sama dengan Kedubes Vietnam di Jakarta," katanya.
Kerja sama bidang perikanan diharapkan diperkuat pada tingkat bilateral dan regional. Sejarah hubungan yang cukup lama menjadi modal untuk memperkuat kerja sama bidang ekonomi-perdagangan melalui pertukaran kunjungan pengusaha.
Kerja sama hankam lainnya yang terfokus pada upaya penanganan terorisme antara lain melalui pertukaran informasi. Sepakat agar isu perbatasan kedua negara dapat diselesaikan segera.
JK juga mengharapkan adanya kerja sama untuk kepentingan upah minimum pekerja di regional guna dirundingkan bersama dengan investor-investor global. (ang/fjp)











































