"Gunung Kerinci mengeluarkan abu setinggi 800 sampai 1.000 meter pada 19 November 2016," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo, Sabtu (19/11/2016).
Sutopo menyampaikan hal itu melalui akun Twitter miliknya. Dalam kicauannya sebelumya, Sutopo menyatakan semburan tersebut berasal dari Gunung Rinjani, Lombok Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat semburan itu, aktivitas warga dan penerbangan harus mengikuti larangan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"PVMBG melarang ada aktivitas di radius 3 km dan penerbangan jangan melintas di atas," kata Sutopo.
(fjp/fjp)











































