Pertemuan dengan Presiden, Kapolda Metro: Laporkan Situasi Pasca Ahok Tersangka

Pertemuan dengan Presiden, Kapolda Metro: Laporkan Situasi Pasca Ahok Tersangka

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Sabtu, 19 Nov 2016 13:20 WIB
Pertemuan dengan Presiden, Kapolda Metro: Laporkan Situasi Pasca Ahok Tersangka
Irjen M. Iriawan/Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen M. Iriawan membeberkan pertemuan tertutup pejabat keamanan dan petinggi militer bersama Presiden Joko Widodo pada Jumat (18/11/2016). Pertemuan itu ternyata membahas kondisi keamanan pascapenetapan Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka.

"Oh enggak, itu hanya tanya situasi saja," ujar Irjen Iriawan seusai apel Kebinekaan Cinta Damai di lapangan Ditlantas, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (19/11/2016).

Iriawan mengatakan Presiden Joko Widodo hanya ingin mengetahui kondisi keamanan terbaru. Sehingga para pejabat keamanan dan petinggi militer dikumpulkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ya dalam rangka situasi setelah Ahok ditetapkan seperti apa," kata Iriawan.

Dalam kesempatan sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memastikan negara dalam kondisi yang sangat aman. Masyarakat diminta untuk tidak percaya pada isu hoax.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah petinggi militer ke Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Pertemuan digelar tertutup.

Pertemuan itu dihadiri para pejabat dan petinggi militer, yang diundang ke Istana Merdeka lewat pintu masuk dari Gedung Wisma Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Kehadiran mereka diketahui sejak pukul 14.30 WIB, Jumat (18/11/2016). Pejabat yang diketahui hadir yakni Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menko Polhukam Wiranto, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Selain itu, hadir seluruh kepala staf, yakni Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Udara, dan Kepala Staf Angkatan Laut, Pangdam Jaya Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, dan Kapolda Metro Jaya Irjen (Pol) M. Iriawan.
Seusai pertemuan, Menko Polhukam Wiranto, yang ikut dalam rapat tertutup tersebut, menjelaskan tidak ada yang spesial. (fjp/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads