"Saya tidak percaya survei. Karena tidak percaya, kami memang harus kerja keras," kata Djarot di Hotel Dafam Teraskita, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (18/11/2016).
Survei LSI Denny J.A. menempatkan Ahok-Djarot di posisi ketiga dengan elektabilitas 10,6%. Djarot memilih tidak ambil pusing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil survei LSI pimpinan Denny J.A., turunnya elektabilitas Ahok-Djarot terjadi setelah Ahok ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada Rabu (16/11/2016).
Sebelum ada penetapan tersangka atas Ahok, elektabilitas pasangan cagub-cawagub nomor urut 2 itu unggul dibanding kedua pesaingnya. Ahok-Djarot mendapatkan 24,6 persen, sedangkan pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sandi mendapat masing-masing 20,9 persen dan 20 persen.
"Setelah ada penetapan tersangka dari kepolisian, elektabilitas Ahok-Djarot turun menjadi 10,6 persen dan berada di urutan buncit. Sementara, dua pasangan pesaing Ahok-Djarot melesat. Anies-Sandi di urutan pertama dengan 31,9 persen dan Agus-Sylvi menempel ketat di urutan kedua dengan 30,9 persen," kata peneliti LSI Denny J.A., Ardian Sopa, di kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (18/11). (imk/fjp)











































