Pasar Waru Semarang Terbakar, 511 Petak Milik Pedagang Ludes

Pasar Waru Semarang Terbakar, 511 Petak Milik Pedagang Ludes

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Sabtu, 19 Nov 2016 01:03 WIB
Pasar Waru Semarang Terbakar, 511 Petak Milik Pedagang Ludes
Foto: Angling Aditya/detikcom
Semarang - Pasar Waru yang berada di Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah terbakar. Sebanyak 4 los yang terdiri dari 511 petak tempat berdagang ludes terbakar tanpa sisa.

Lebih dari 10 mobil pemadam dikerahkan ke lokasi sejak pukul 18.30, Jumat (18/11/2016). Petugas langsung melakukan pemadaman dari segala penjuru untuk mencegah api merambat ke kios lainnya. Sekitar pukul 21.30 WIB api sudah benar-benar padam dan dilakukan pendinginan.
Pasar Waru Semarang Terbakar, 511 Petak Milik Pedagang LudesFoto: Angling Aditya/detikcom

Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan dari informasi dinas pasar, ada 4 los yang terbakar api yang terdiri dari 511 petak milik 350 pedagang.

"Ini ada 4 los yang kena milik 350 pedagang. Dagangannnya campur, ada sembako, pakaian, pokoknya ini pasar tradisional," kata Hevearita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini api sudah padam dan pedagang berusaha mengais sisa-sisa barang mereka sembari petugas melakukan pendinginan. Hevearita didampingi Kepala dinas pasar melakukan pertemuan dengan wara dan pedagang untuk membahas relokasi sementara.

"Ya kemungkinannya di depan sini (di pinggir jalan). Kalau dipindah sementara jauh-jauh kan tidak mau," ujar Hevearita kepada pedagang.

Ia menambahkan hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Selain itu jumlah kerugian masih dihitung karena para pedagang baru saja menambah barang dagangannya sebelum kios terbakar.

"Diinventarisir dulu untuk kerugiannya," katanya.

Untuk diketahui, pasar Waru juga merupakan tempat relokasi dari pasar Progo Semarang. Ada satu los yang belum digunakan dan rencananya digunakan untuk relokasi. Satu los tersebut tidak ikut terbakar habis.

"Ada satu los, keserempet saja. Pemindahan pasar Progo rencananya 2017," pungkas Hevearita. (alg/bag)


Berita Terkait