Wakil Ketua KPK Tiup Saksofon Kuningan: Kami Siap Terkam Koruptor!

Wakil Ketua KPK Tiup Saksofon Kuningan: Kami Siap Terkam Koruptor!

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 18 Nov 2016 20:45 WIB
Wakil Ketua KPK Tiup Saksofon Kuningan: Kami Siap Terkam Koruptor!
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menunjukkan kemahirannya bermain saksofon. Saut tampil dalam acara Konser Suara Antikorupsi.

Sebelum tampil, Saut mengatakan bahwa musik adalah sebuah sumber inspirasi. Menurutnya, musik menginspirasi orang untuk mencegah berbuat jahat.

"Musik juga menyeimbangkan otak kiri dan kanan," kata Saut di Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (18/11/2016).


Saat Saut Situmorang Meniup Saksofon, Suarakan AntikorupsiFoto: Jabbar Ramdhani/detikcom

Sahut tampil bersama sebuah band yang bernama Anti Corruption Brass Chamber (ACBC). Saut mengatakan dari nama band yang tampil bersamanya, ada arti yang terkandung.

"Nama band kita adalah Anti Corruption Brass Chamber atau ACBC. Kenapa 'brass'? Karena KPK berada di Kuningan. Dari Kuningan inilah kita upayakan pemberantasan korupsi," ujar Saut.

Saut-pun kemudian tampil membawakan lagu Eye of the Tiger milik band asal AS, Survivor. Saut mengatakan, dalam lagu tersebut ada makna yang dikandung.

"Kenapa kita main Eye of the Tiger, karena mata KPK ibarat mata yang garang, yang siap menerkam para koruptor," tutur Saut.

Saut kemudian melanjutkan dengan lagu dari kelompok musik Toto berjudul Africa. Namun, ia bersama ACBC mengganti judul lagu tersebut menjadi KPK. Menurutnya, dalam lagu Africa, terkandung harapan yang akan turunnya hujan dan harapan-harapan baik lainnya. Ia ingin harapan-harapn lagu itu juga ada di KPK.


Saat Saut Situmorang Meniup Saksofon, Suarakan AntikorupsiTampil pula musisi lainnya (Foto: Jabbar Ramdhani/detikcom)


"Di KPK kita lakukan pekerjaan dengan hitungan. Dalam penangkapan, kita juga lakukan perhitungan-perhitungan. Maka dari itu dalam kerja kita ada sebutan hitungan mundur. Inilah The Final Countdown," ujar Saut.

Saut pun menutup pertunjukannya bersama ACBC dengan lagu berjudul The Final Countdown milik band rock asal Swedia, Europe. Saut ingin agar masyarakat Indonesia tetap bernyanyi, karena lagu dapat menjadi sarana penyadaran.

"Musik ke depan akan jadi sarana. Tapi yang paling penting, jangan berhenti bernyayi. Ada lagu yang harus diulang-ulang. Seperti lagu Bento yang harus diulang-ulang hingga akhirnya ada reformasi," tutupnya.


(jbr/dnu)


Berita Terkait