Begitulah makna yang diambil PDIP dari silaturahmi politik yang dilakukan Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Negara, pada Kamis (17/11) kemarin.
"Perbedaan boleh terjadi, posisi boleh berbeda. Tetapi menyangkut hal-hal yang prinsip seperti dasar ideologi negara, kiblat, dan pilar-pilar kebangsaan, mereka menyamakan pemahaman dan menyatukan kekuatan," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno saat berbincang, Jumat (18/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pesannya jelas, mengelola negara ini harus dilakukan dengan gotong-royong. Bekerja bersama-sama pada peran dan fungsi berbeda tetapi saling melengkapi juga memperkuat," kata Hendrawan.
Hendrawan mengatakan demokrasi yang sedang bersemi tak boleh dilukai gara-gara perbedaan. Prioritas berdemokrasi di Indonesia saat ini adalah untuk menjaga persatuan. Dia menilai Jokowi dan Prabowo telah memadukan pandangan untuk menangkal permasalahan di depan mata.
"Mereka menyamakan persepsi terhadap ancaman dan peluang yang dihadapi bangsa. Membahas persoalan-persoalan kolektif Indonesia sebagai negara bangsa yang sedang bergerak ke depan," kata Hendrawan.
(dnu/tor)











































