Makna Pertemuan Jokowi-Prabowo, PDIP: Boleh Berbeda Asal Saling Melengkapi

Makna Pertemuan Jokowi-Prabowo, PDIP: Boleh Berbeda Asal Saling Melengkapi

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 18 Nov 2016 19:09 WIB
Makna Pertemuan Jokowi-Prabowo, PDIP: Boleh Berbeda Asal Saling Melengkapi
Jokowi dan Prabowo (Foto: Ray Jordan/detikcom)
Jakarta - Perbedaan gagasan adalah hal lumrah bahkan bagus dalam demokrasi. Namun perbedaan itu bukanlah untuk saling melemahkan satu sama lain, melainkan untuk melengkapi kekurangan masing-masing demi membangun negara.

Begitulah makna yang diambil PDIP dari silaturahmi politik yang dilakukan Presiden Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Negara, pada Kamis (17/11) kemarin.

"Perbedaan boleh terjadi, posisi boleh berbeda. Tetapi menyangkut hal-hal yang prinsip seperti dasar ideologi negara, kiblat, dan pilar-pilar kebangsaan, mereka menyamakan pemahaman dan menyatukan kekuatan," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno saat berbincang, Jumat (18/11/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gotong-royong adalah budaya Indonesia. Itu juga harus berlaku untuk praktik politik. Jokowi dan Prabowo sudah menunjukkan lewat silaturahmi yang dilakukan.

"Pesannya jelas, mengelola negara ini harus dilakukan dengan gotong-royong. Bekerja bersama-sama pada peran dan fungsi berbeda tetapi saling melengkapi juga memperkuat," kata Hendrawan.

Hendrawan mengatakan demokrasi yang sedang bersemi tak boleh dilukai gara-gara perbedaan. Prioritas berdemokrasi di Indonesia saat ini adalah untuk menjaga persatuan. Dia menilai Jokowi dan Prabowo telah memadukan pandangan untuk menangkal permasalahan di depan mata.

"Mereka menyamakan persepsi terhadap ancaman dan peluang yang dihadapi bangsa. Membahas persoalan-persoalan kolektif Indonesia sebagai negara bangsa yang sedang bergerak ke depan," kata Hendrawan.

(dnu/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads