Polsek Cengkareng menangkap 3 pelaku yang berstatus pelajar SMK. Ketiganya beralamat di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, yakni IH (16), ER (17) dan AD (17).
"Awalnya biasa anak-anak itu papasan di jalan kemudian saling mengumpat, sehingga terjadi perkelahian dan korban tewas akibat luka bacokan," ujar Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Poltar L Gaol kepada detikcom, Jumat (18/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketiga pelaku ini bolos sekolah," imbuhnya.
Korban dan para pelaku kemudian saling mengumpat hingga terjadi perkelahian. Salah satu pelaku mengeluarkan sebilah celurit dari dalam tasnya lalu membacokkannya ke tubuh korban.
"Tersangka IH yang melakukan pembacokan, mengaku membawa celurit untuk jaga-jaga karena sering tawuran," terang Poltar.
Akibat peristiwa itu, Hasanudin mengakami luka pada bagian punggung kanannya. Hasanudin sempat dirawat di rumah sakit, hingga akhirnya menghela napas terakhirnya pada Minggu (6/11) sekitar pukul 11.04 WIB.
Minimnya saksi-saksi saat itu membuat polisi sedikit kesulitan mencari pelakunya. Hingga akhirnya, polisi mendapatkan petunjuk dari media sosial, berhasil menangkap para pelaku pada Kamis (17/11) malam di wilayah perbatasan antara Kalideres dan Cengkareng.
Dari para pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 unit motor Honda Beat bernopol B 4184 BFA, sebilah celurit, 1 unit handphone Oppo warna hitam, baju seragam dan tas ransel warna biru.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 351 (3) KUHP sub 338 KUHP dan atau UU Perlindungan Anak.
"Para pelaku kami tahan dan masih dalam pemeriksaan intensif," ujar Poltar. (mei/fdn)










































