"Saya kira harus dilihat catatan positif bahwa yang dilakukan para pengurus masjid tersebut harusnya diikuti para tokoh atau ulama. Jangan sampai kalah, umatnya toleran tetapi tokoh menyebar provokasi," ujar Maman saat dihubungi detikcom, Jumat (18/11/2016).
Maman sendiri mengaku sudah melihat foto aksi para relawan masjid di Samarinda tersebut. Dia berharap agar pihak yang terkait juga dapat segera tuntas menyelesaikan kasus pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumene tersebut pada Minggu (13/11) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Relawan Masjid Ikut Rapikan Gereja di Samarinda Pasca Bom: Ini Toleransi
Sebelumnya, beredar foto yang menunjukkan kerukunan masyarakat Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika tergambar dalam peristiwa tersebut. Salah seorang warga bernama Greg Tanari mengisahkan peristiwa ini lewat Facebook-nya seperti dilihat detikcom, Jumat (18/11).
Ketua Relawan Pembersih Masjid At Taqwa Kelurahan Harapan Baru H Machfut Kartono (60) sebelumnya juga telah menyampaikan alasan mereka ikut merapikan dan membersihkan gereja itu. Menurutnya, itu adalah bagian dari toleransi antarumat beragama.
"Alangkah baiknya kalau kami ikut terjun membersihkan gereja. Ini toleransi antarumat beragama. Sesama umat beragama harus saling hormat menghormati. Bangsa Indonesia jangan mau dipecah-belah dan terprovokasi," jelasnya saat dihubungi detikcom lewat telepon, Jumat (18/11).
(imk/hri)











































