Penghulu Nikah Siri di Jaktim Beri Buku Nikah, Kemenag: Itu Buku Palsu

Nugroho Tri Laksono, - detikNews
Jumat, 18 Nov 2016 09:21 WIB
Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom
Jakarta - Kementerian Agama menanggapi adanya penghulu nikah siri di Jakarta Timur yang menawarkan buku nikah. Buku tersebut dipastikan palsu.

Direktur Urusan Agama Islam Moh. Thambrin menegaskan bahwa pernikahan yang tidak tercatat secara resmi oleh Petugas Pencatat Nikah (PPN) atau pembantu PPN berisiko menimbulkan masalah di kemudian hari. Karena itu, Thambrin meminta masyarakat untuk melangsungkan pernikahan sebagaimana mekanisme yang diatur dalam Peraturan Menteri Agama No 11 Tahun 2007 tentang Pencatatan Nikah.

Pasal 17 PMA 11/2007 mengatur bahwa akad nikah dilaksanakan di hadapan PPN atau Penghulu atau Pembantu PPN dari wilayah tempat tinggal calon istri. Apabila akad nikah akan dilaksanakan di luar ketentuan, calon istri atau walinya harus memberitahukan kepada PPN wilayah tempat tinggal calon istri untuk mendapatkan surat rekomendasi nikah.

Menurut mantan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel ini, penghulu adalah pejabat fungsional pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan pengawasan nikah/rujuk menurut agama lslam dan kegiatan kepenghuluan.

Sedangkan pembantu PPN adalah anggota masyarakat tertentu yang diangkat oleh kepala Kantor Departemen Agama kabupaten/kota untuk membantu tugas-tugas PPN di desa tertentu.

Disinggung tentang praktik pernikahan tidak tercatat yang dilakukan sejumlah oknum selain penghulu yang mengaku menerima SK dari Kementerian Agama, Thambrin menegaskan bahwa tindakan itu tidak bisa dibenarkan.

Menurutnya, tindakan perseorangan yang mengatasnamakan penghulu, lalu tanpa hak yang diatur oleh ketentuan perundang-undangan memberikan buku nikah palsu atau asli tapi palsu (aspal), dikategorikan sebagai penipuan, yang jelas melanggar hukum. "Pemerintah akan menertibkannya agar tidak merugikan calon pengantin," tegasnya.

"Buku nikah yang diterbitkan oleh orang yang tidak memiliki hak tidak dapat digunakan sebagai keabsahan pernikahan yang secara resmi tercatat di Kementerian Agama," tandasnya lagi.

Menurut Thambrin, Kementerian Agama telah mempermudah proses pelayanan bagi WNI yang mau menikah agar bisa menjalankan syariat secara sempurna tanpa masalah. Adapun syaratnya antara lain: melengkapi lembar formulir dari kelurahan/desa model N1, N2, dan N4, serta mengikuti kursus pranikah.

NF, seorang penghulu nikah siri, memberikan buku nikah untuk pasangan yang dinikahkannya. Meski dia tidak mengantongi buku nikah dari Kemenag, dia menawarkan buku nikah.

Baca Juga: Penghulu Nikah Siri di Jaktim Beri Buku Nikah (fjp/fjp)