Hal ini disampaikan oleh Romo Christophorus Christiono Puspo S. dalam khotbahnya di Gereja Katedral, Jalan Katedral No. 7B, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2016). Christophorus mengajak umat yang hadir untuk bersyukur atas kesatuan dan persatuan bangsa.
"Kedamaian dan kebersamaan yang masih terus masih kita rasakan. Pada hari ini kita diajak untuk kembali merasakan syukur dan mohon rahmat atas persatuan dan kesatuan. Sebagai orang seiman, kita menyatakan kembali persatuan bangsa," ucap Christophorus mengawali khotbahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom |
Christophorus kemudian menjelaskan keindahan Gereja Katedral yang juga sebagai simbol kedamaian dan persatuan umat. Katedral tampak indah dari berbagai sisi. Keindahan itu makin terasa kemegahannya saat malam hari. Namun, Christophorus mengajak jemaah untuk tidak melihat dan merasakan keindahan Katedral hanya secara artifisial.
"Tetapi untuk menambah kedalaman roh, kedalaman rohani yang akhirnya terpancar kepada semua orang. Kalau hanya berhenti pada artifisial gereja kita, Katedral kita, atau yang lain, kita tidak pernah sampai pada kedalaman," jelasnya.
Dia kemudian menceritakan Katedral yang menjadi saksi bisu perhelatan sumpah pemuda. Saat itu berbagai ras dan agama berkumpul untuk membicarakan persatuan bangsa.
"Perjalanan Katedral ini, perjalanan iman kita. Pada 27 Oktober 1928, satu hari sebelum sumpah pemuda, di belakang gereja kita, menjadi saksi berkumpulnya atau bertemunya Jong Java, Jong Sumatra, Jong Kalimantan, semua 700, plus-minus 700 orang. Tidak membedakan apa agamamu, apa rasmu, tapi berjuang karena roh kita ingin memperjuangkan kemerdekaan persatuan bersama," tuturnya.
Mengakhiri khotbah, Christophorus kemudian mengajak umat terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Ini dimulai dari dalam diri dan menyebar ke lingkungan tempat tinggal.
"Bapak, Ibu, dan saudaraku terkasih, lagi kita diajak siapa pun kita, dari mana asalnya kita, kita diajak terus mempertahankan roh, memperjuangkan roh kita untuk bergerak terus agar damai sejahtera. Terus terjadi di dalam diri kita pertama, keluarga masyarakat kita, dan bangsa kita," sebutnya di akhir khotbah. (imk/imk)












































Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom