"Saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi proses demokrasi menuju pilkada serentak di 101 kota, kabupaten, dan provinsi. Kalau yang terpilih ajang mendapatkan legitimasi untuk memimpin. Dari sisi keamanan, pesta demokrasi merupakan legitimasi polarisasi masyarakat. Jangan sampai masyarakat terpecah belah.Terpisah dengan pilihan-pilihan," ujar Tito dalam sambutannya saat Doa Bersama di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (18/11/2016).
Tito Karnavian mengajak pula masyarakat untuk senantiasa menyerahkan persoalan hukum kepada aparat. Pihaknya meminta agar permasalahan hukum yang dialami Basuki T. Purnama tidak dikaitkan dengan masalah politik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui doa bersama ini, Kapolri berterima kasih kepada Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang menginisiasi acara. Tito berharap Indonesia semakin sejuk dan damai.
"Saya memberi penghargaan kepada Panglima TNI untuk menginisiasi acara ini. Inisiatif ini mudah-mudahan kita tetap menjadi bangsa yang bersatu dan damai," pungkasnya. (imk/imk)










































