Sandiaga Uno disambut palang pintu ketika berkampanye di Kelurahan Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (15/22). Saat palang pintu melakukan aksi silat, Sandiaga pun tak mau ketinggalan.
Sandiaga bergaya silat. Foto: Dok. Tim Anies-Sandi |
Sandiaga mengeluarkan jurus silat versinya sendiri. Warga pendukung pasangan Anies Baswedan ini pun bersorak senang dan bertepuk tangan melihat aksi jagoannya tersebut.
Di lokasi, seperti biasa, Sandiaga memaparkan program unggulannya kepada warga, seperti KJP Plus, KJS Plus, dan program ekonomi yang dekat dengan rakyat. Seusai bersosialisasi, Sandi menjelaskan soal jurus yang dikeluarkannya saat aksi palang pintu.
"Campuran, itu jurus lipet dompet," kata Sandi dengan nada bercanda di lokasi.
Foto: Rengga Sancaya |
Sandiaga mengaku berkomitmen untuk memberdayakan budaya Betawi agar tetap eksis. Dia juga akan berupaya agar di setiap acara resmi, ada pertunjukan palang pintu.
"Menurut saya, tadi palang pintu itu budaya Betawi yang ada nilai luhur, nilai hiburan, nilai olahraga, dan nilai sebuah kearifan bahwa dengan diskusi, dari yang mau berantem tapi ada komunikasi yang baik, diangkat palang pintunya," tutur politisi Gerindra itu.
Aksi layaknya jawara silat juga diperlihatkan cagub Agus Yudhoyono ketika berkampanye di Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ia memberi nama khusus untuk jurus silatnya tersebut, yaitu "kuda hitam".
Dengan bergaya seperti jawara Betawi, Agus belajar silat langkah demi langkah. Pakaian adat Betawi yang dia pakai merupakan pemberian dari warga.
"Saya sempat dijadikan sebagai warga kehormatanlah, pakai baju ini, diberi golok juga. Terus diajari satu-dua jurus. Jurus kuda hitam menurut saya," terang Agus kepada wartawan, di Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (17/11).
Agus memang menganggap dirinya sebagai kuda hitam. Frasa "kuda hitam" selama ini diartikan sebagai pihak yang semula tidak diperhitungkan namun akhirnya menjadi pemenang.
Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom |
Di depan rumah Ketua RW 05, Agus langsung membuat kuda-kuda dengan kaki kanan di depan. Dia lalu menirukan satu per satu gerakan yang diajarkan. Gerakan pertama, Agus mengangkat tangan kiri ke depan, dengan telapak tangan terbuka. Tangan kanan diayunkan ke belakang.
Telapak tangan kanan memegang perut sehingga membentuk siku-siku. Lalu, siku tangan kanan ditarik ke depan, disambut tangan kiri yang tadi terbuka. Gerakan kedua, tangan kanan yang berbentuk siku-siku, diluruskan ke depan. Kemudian putar secara penuh tangan kanan dari atas ke bawah sambil mengepal.
Kemudian Agus menunjukkan gerakan seperti pukulan uppercut dalam tinju. Secara berbarengan, tangan kiri menahan tangan kanan sehingga posisi akhir tangan kiri membentuk siku-siku 90 derajat. Agus lalu kembali melakukan gerakan pertama.
Namun, gerakan selanjutnya tidak memutar tangan secara penuh, tapi putar kecil di depan dada dari bawah ke atas, untuk memukul lawan. Itulah jurus silat "kuda hitam" ala Agus Yudhoyono. Gaya pesilat Agus dan Sandiaga mengundang respons positif dari warga. (elz/nwk)












































Sandiaga bergaya silat. Foto: Dok. Tim Anies-Sandi
Foto: Rengga Sancaya
Foto: Arief Ikhsanudin/detikcom