Aksi unjuk rasa 4 November 2016 lalu memperlihatkan seberapa besar umat Islam membela Alquran. Namun, reaksi umat Islam saat itu bukanlah seutuhnya cerminan bentuk kecintaan kepada Alquran karena hanya lewat lisan.
"Memang dengan masalah ini kita semua sadar untuk membela Alquran. Tetapi akan jauh lebih manfaat kalau membela Alquran itu dengan akhlaq Alquran yang ada dalam diri kita," kata Aa Gym kepada wartawan di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Jalan Geger Kalong, Kamis (17/11/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita jangan berhenti hanya sampai pada sakit hati karena dinistakan saja, tetapi harus tetap berjuang sampai mewujudkan akhlaq Qurani terwujud dan membumi di Indonesia sehingga menjadi negara yang penuh berkah dan indah serta dalam Ridho Allah SWT," terang dia.
Da'i kondang ini menuturkan hikmah dari persoalan ini juga berlaku bagi semua pihak baik kepala negara, aparat penegak hukum maupun tokoh-tokoh masyarakat. Salah satunya semakin mendewasakan semua pihak dalam memandang sebuah persoalan.
"Bagaimana bernegara dengan cara-cara yang baik dan benar, bagaimana toleransi diterapkan dengan cara yang baik, bagaimana tanggungjawab para tokoh dan para pejabat di dalam menjaga akhlak dan lisannya," ujar dia.
(erd/erd)











































