Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan penyebabnya lewat keterangan tertulis, Kamis (17/11/2016).
Gempa 5,8 Skala Richter (SR) ini tergolong sebagai gempa bumi berkedalaman menengah, terjadi karena aktivitas tumbukan antar lempeng bumi (subduksi). Lempeng yang bertumbuk adalah Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah dan Lempeng Eurasia, kecepatannya sekitar 70 mm/tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ciri gempabumi berkedalaman menengah semacam ini memiliki spektrum guncangan yang luas, sehingga wajar jika gempabumi ini dirasakan hingga Yogyakarta dan Lombok," kata Daryono.
Gempa itu dirasakan di tiga pulau, yakni Pulau Jawa, Bali, dan Lombok. Episentrum alias pusat gempa berada pada koordinat 9,39 LS dan 113,09 BT, tepatnya di cekungan busur muka (fore arc basin) Samudra Hindia pada jarak 165 km arah tenggara Kota Malang pada kedalaman 91 km.
"Peta tingkat guncangan (shake map) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempabumi berupa guncangan dirasakan di Yogyakarta, seluruh wilayah Jawa Timur, Bali, dan Lombok." kata Daryono.
(dnu/dnu)










































