"Enggak apa-apa kan negara hukum, silakan saja," ujar Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (16/11/2016).
Mantan Kapolda Jawa Barat itu membantah dirinya tidak memprovokasi FPI untuk melakukan kekerasan. Ucapan itupun dia lontarkan setelah massa bubar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ormas tersebut para satgasnya, laskarlah, itu sudah komitmen, saya tidak akan masuk ke kerumunan para pengunjuk rasa kan riskan nanti kontraproduktif," lanjutnya.
Namun kemudian terjadi aksi anarkis. Sehingga pada kesempatan itu, Iriawan pun mempertanyakan komitmen awal penanggung jawab aksi tersebut.
"Kemudian terjadi anarkis, anggota kami 18 orang luka loh. Setelah selesai bubar saya minta tanggung jwab dari anggota ormas tersebut, apa kerja kamu, katanya mau menjaga, itu intinya. Itu setelah kejadian dan saya tidak memprovokasi, toh oknum HMI yang dipukuli enggak ada kan," terang Iriawan.
"Tapi kalau mau melapor ya silakan," kata diia menuntaskan pembicaraan.
(mei/dnu)










































